SALATIGA – Lantunan sholawat menghiasi langit Kota Salatiga, Selasa Malam 15/08. Ribuan masyarakat Kota Salatiga dan sekitarnya hanyut dalam lantunan sholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf di Lapangan Pancasila.

Selain Walikota dan Wakil Walikota Salatiga, hadir dalam acara tersebut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Forkopimda Kota Salatiga, para alim ulama dan ribuan syekher mania.

Walikota Salatiga, Yuliyanto dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk mendoakan Kota Salatiga supaya selalu aman dan nyaman. “Dengan memujikan Asma Allah bersama-sama, mari kita doakan kota tercinta kita agar selalu aman, nyaman dan toleran. Semoga dengan acara ini akan menjadikan kita menjadi manusia yang lebih baik,” kata Yuliyanto.

Hal senada juga disampaikan oleh Habib Syech. Dalam tausyiah singkatnya, Habib Syech berpesan kepada seluruh masyarakat untuk selalu berpegang teguh pada agama dan aturan yang berlaku.

Habib Syech memberikan analogi ikan dan kura-kura. Ikan bertanya pada kura-kura, kenapa kura-kura selalu masuk ke dalam rumahnya saat ada bahaya di luar. Kura-kura menjawab itu karena ia merasa nyaman berada di rumahnya. Ikan kembali bertanya apakah kura-kura tidak peduli dengan sekitar, kura-kura menjawab bahwa ia peduli, namun saat di luar banyak suara yang tidak baik, suara yang mematahkan semangat, maka ia harus kembali kepada aturan.

“Bagaikan kura-kura tersebut, kita pun harus selalu berpegang teguh pada agama dan aturan yang berlaku. Tidak usah dipedulikan suara-suara yang nantinya hanya akan menghalangi kita untuk maju. Karena yang tidak suka dengan kita akan selalu mencari-cari kesalahan kita, dan yang suka dengan kita pun akan membela kita meskipun kita salah. Itulah kenapa kita harus selalu berpegang pada agama dan aturan yang berlaku,” kata Habib Syech.

Sebelum sholawat dimulai, Habib Syech mengajak seluruh masyarakat Kota Salatiga untuk mendoakan seorang sahabat dari Pemkot Salatiga, yaitu mendiang Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Salatiga, Bustanul Arifin. “Sahabat saya ini sempat berfoto tepat di samping saya saat berkunjung ke Solo kira-kira sebulan yang lalu. Namun beliau mengalami kecelakaan saat perjalanan menuju ke Semarang dan meninggal,” kenang Habib Syech. (sg)