Balaikota – Program Keluarga Harapan (PKH) diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Salatiga. Sehingga bantuan yang ada dapat digunakan dengan baik dan sesuai keperuntukannya.

“ Saya mengajak agar ibu dan bapak yang masuk program ini benar-benar menggunakan sedikit bantuan dari pemerintah ini  dalam rangka mewujudkan  anak kita yang berkualitas. Untuk  ibu hamil dan bayinya harus tetap sehat, setuju nggih?,” Ajak Wakil Walikota Salatiga, Muh Haris SS Msi saat membuka sosialialisai PKH di Ruang Kaloka Gedung Setda Lantai 4, Kamis (28/3) di hadapan ratusan peserta. Menurutnya sekarang juga ada fenomena dunia baru yang dapat kita lihat yakni kasus stunting atau cebol, dimana hal ini berawal dari kehamilan yang kurang sehat. Peran ibu-ibu PKK dari tingkat kota sampai dasawisma harus baik dan selalu kopen terhadap tetangganya yang sedang hamil.

“ Salah satu yang harus diperhatikan adalah nginceng wong meteng, dimana apabila bertetangga dengan orang hamil untuk amati dan laporkan apabila ada yang kurang baik. Karena generasi itu dimulai dari memilih jodoh sampai  saat ibu hamil,” Tandasnya.

Tidak hanya itu saja, Wawali mengajak agar asupan gizi yang diberikan tidak  terlalu mahal namun berkualitas. Sedangkan untuk anak usia dini, sd, smp, sma dan yang berkebutuhan khusus juga harus diperhatikan. Untuk bantuan komponen PKH sendiri peruntukannya adalah untuk ibu hamil, anak usia dini, siswa sd, smp dan sma, disabilitas, dan lanjut usia yang berada dalam keluarga PKH. Bantuan diberikan maksimal untuk 4 orang jiwa dalam satu keluarga dan diberikan secara berkala setiap tahunnya pertiga bulan sekali.

“ Pengurus RT, RW dan PKK se-kota Salatiga harus menjadi katalisator, menjadi perekat dalam rangka membangun kota ini. Saya apresiasi terhadap peran tersebut untuk kemajuan kota Salatiga. Saya ajak untuk dapat menggunaakan dengan baik dan sesuai keperuntukannya,” Paparnya.

Kapolres  Salatiga, Gatot Hendro Hartono mengatakan bahwa bantuan yang diberikan agar bisa dimanfaatkan sesuai porsinya. Di dalam masyarakat selalu mengawasi penggunaannya untuk program tersebut, jangan sampai ada pelanggaran maupun  penyelewengan di dalamnya.

“ Kami harap bantuan yang diterima bisa bermanfaat, dapat dipakai sesuai kebutuhan. Kalau ada yang belum masuk segera di masukkan namun hal tersebut juga harus melewati proses ada. Kami juga akan mengawal pelaksanaan distribusinya agar tepat sasaran dan tepat guna,”
Katanya.

Sebagai informasi bahwa sosialisasi penyaluran bantuan sosial program keluarga harapan tahun 2019, diberikan bantuan tetap setiap keluarga untuk reguler mendapatkan bantuan Rp 550.000,00 per keluarga/tahun dan untuk PKH Akses mendapatkan  Rp 1.000.000,00 per keluarga/tahun. Untuk bantuan tetap tersebut  hanya diberikan pada tahap pertama. Sedangkan untuk bantuan komponen setiap jiwa, ibu hamil tiap tahunnya akan mendapat Rp 2.400.000,00, untuk anak usia dini  akan mendapat Rp 2.400.000,00, lalu untuk anak SD mendapatkan Rp 900.000,00, anak tingkat SMP mendapat Rp 1.500.000,00, untuk anak yang telah masuk SMA mendapatkan bantuan sebesar Rp 2.000.000,00, kemudian untuk disabilitas berat dan lanjut usia berhak mendapatkan Rp 2.400.000,00. Untuk bantuan komponen setiap jiwa maksimal diberikan kepada 4 orang dalam satu keluarga.