Bali – “ Pengalaman ini nanti akan saya gunakan saat memasuki masa pensiun. Saya akan coba berkreasi dan menggali potensi yang ada di kota Salatiga, “  Ujar Niken peserta dari Dinas Pangan kota Salatiga usai mengikuti pelatihan kewirausahaan bagi PNS di Bali beberapa waktu lalu.

Lain halnya dengan yang diutarakan Haryatmo, peserta dari Balai Paru Kota Salatiga. Dirinya mengatakan bahwa pelatihan ini sangat menarik dan berguna baginya usai purna nanti.

“ Terima kasih atas pelatihan ini, kami bisa lebih bersemangat, termotivasi. Ada ilmu baru yang bisa bermanfaat  dan digunakan nanti,” Jelasnya.

Kedua peserta ini mewakili 39 PNS pemerintah kota Salatiga yang memasuki purna tugas yang mengikuti pelatihan kewirausahaan di pulau Bali  mulai tanggal 19-21 Juni 2019, dengan didampingi Bkdiklatda Kota salatiga. Pelatihan kewirausahaan ini dilakukan di CV Cening Ayu Bali dengan mengolah makanan menjadi pie susu dan di desa Panglipuran Kabupaten Bangli dengan mengolah makanan loloh cencem dan klepon ungu.

Menurut I Komang Manik Sumardika SE selaku Direktur CV Cening Ayu mengatakan bahwa menjadi seorang pengusaha dibutuhkan sebuah kemauan dan kegigihan untuk memulai sebuah usaha. Dari ide yang didapat kemudian mengolah usahanya dengan baik serta menjual produk yang dihasilkan.

“ Seorang pengusaha harus memiliki modal  baik kepercayaan maupun financial. Yang tidak kalah penting adalah hadirnya sebuah ide kreatif, mental dan keberanian untuk memulai sebuah usaha,” Tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (Bkdiklatda) Kota Salatiga, Drs Muthoin Msi menjelaskan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan bekal keahlian bagi PNS yang mau pensiun. Pelatihan kewirausahaan ini diadakan di dua tempat di wilayah Bali, karena didalmnya ada pendidikan bagaimana untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses.

“ Bisa mengikuti kegiatan dengan baik kemudian dapat mentransfer ilmu yang di dapat disini dan digunakan pada saat pensiun. Kami harapkan apa yang sudah dipelajari bisa bermanfaat,” Bebernya.

Walikota Salatiga yang berkesempatan hadir dan menutup pelatihan ini menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah sebuah bukti pemerintah kota Salatiga selalu memperhatikan pegawai negeri sipil yang telah mengabdi di jajaran pemkot Salatiga.  Menurutnya, ketrampilan yang telah didapat oleh bapak ibu peserta dapat digunakan dengan baik untuk terus berkarya.

Maturnuwun ingkang kathah, mugi-mugi amal penjenengan pikantuk piwales saking Gusti. Saya harap bapak ibu  bisa berkarya di luar pemerintahan, di organisasi maupun kelompok masyarakat untuk selalu kreatif dan berani memulai usaha,” Terang Yuliyanto.

Lanjutnya, pembekalan yang diberikan tentunya akan bermanfaat. Ibu bapak peserta tidak perlu berkecil hati memasuki purna tugas tersebut, justru harus bersemangat dalam menghadapi masa pensiun.

“ Masa pensiun memerlukan pola pikir dan rencana  yang baik. Pengalaman yang didapat bisa langsung diimplementasikan ke Salatiga. Tidak harus membuat pie susu, namun di kota ini kita membuat tren sendiri. Misal sing payu telo ya telo, kerupuk atau bahan lainnya, tergantung  pada segment kebutuhan dari masyarakatnya,”

Ditambahkan bahwa pelatihan berwirausaha ini adalah sebuah contoh untuk mengolah makanan, memasarkan dan menghasilkan penghasilan tentunya.