“Damai Sejahtera Bukan Slogan Semata” merupakan tema dalam Ibadah Paskah Kota Salatiga yang dilaksanakan Minggu (21/04/19) di Lapangan Pancasila. Acara yang diselenggarakan oleh Badan Kerjasama Gereja-Gereja Salatiga (BKGS) tersebut, dimulai pada pukul 16.00 WIB dan ditandai dengan pelepasan burung merpati.

Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Salatiga, Drs. Y Tri Priyo Nugroho yang hadir mewakili Walikota Salatiga, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah turut ambil bagian dalam menjaga toleransi dan iklim kondusif, utamanya ketika tahapan demi tahapan Pemilu 2019 berlangsung. Sebab, tidak dipungkiri adanya perbedaan pilihan, berita hoax dan ujaran kebencian yang cukup masif di media sosial telah membuat tensi politik terasa semakin menghangat.

Raihan Penghargaan Adipura, Predikat Kota Cerdas, perolehan tingkat kemiskinan terendah kedua di Jawa Tengah, Indeks Pembangunan Manusia tertinggi kedua di Jawa Tengah, dan lain sebagainya hendaknya tidak membuat masyarakat berpuas diri. Sebab, masih banyak tugas dan tanggung jawab yang harus dikerjakan bersama, utamanya dalam menjaga kedamaian dalam masa-masa Pemilu  2019 yang belum sepenuhnya usai.

“Kita kukuhkan Kota Salatiga yang Toleran, Toleran yang benar-benar dari hati, bukan hanya sekedar slogan. Sebagaimana Isa Almasih datang sebagai juru damai, Anak-anaknya juga harus menjadi juru damai, yang memiliki damai sejahtera di hati, untuk kemudian disalurkan kepada orang-orang di sekitar kita, dimanapun kita berada,” tandas Walikota Salatiga, dalam sambutan perayaan Paskah bersama Badan Kerja sama Gereja-gereja Salatiga (BKGS) yang dibacakan oleh Tri Priyo Nugroho, Minggu 21/4 sore.

Sebagaimana dikatakan Ketua BKGS Purwanto, tema Paskah “Damai Sejahtera Bukan Slogan Semata” ini hendaknya bisa diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih, dengan suasana pasca Pemilu yang dimungkinkan adanya perbedaan pilihan, ia mengajak seluruh umat kristiani di Kota Salatiga  untuk turut berkontribusi mewujudnyatakan tema Paskah tersebut.

“Perbedaan pilihan dalam Pemilu jika tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan konflik, oleh karena itu mari kita rajut kerukunan dan kebersamaan sebagai sesama umat yang saling mengasihi,” kata Purwanto.

 

“Damai Sejahtera Bukan Slogan Semata” merupakan tema dalam Ibadah Paskah Kota Salatiga yang dilaksanakan Minggu (21/04/19) di Lapangan Pancasila. Acara yang diselenggarakan oleh Badan Kerjasama Gereja-Gereja Salatiga (BKGS) tersebut, dimulai pada pukul 16.00 WIB dan ditandai dengan pelepasan burung merpati.

Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Salatiga, Drs. Y Tri Priyo Nugroho yang hadir mewakili Walikota Salatiga, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah turut ambil bagian dalam menjaga toleransi dan iklim kondusif, utamanya ketika tahapan demi tahapan Pemilu 2019 berlangsung. Sebab, tidak dipungkiri adanya perbedaan pilihan, berita hoax dan ujaran kebencian yang cukup masif di media sosial telah membuat tensi politik terasa semakin menghangat.

Raihan Penghargaan Adipura, Predikat Kota Cerdas, perolehan tingkat kemiskinan terendah kedua di Jawa Tengah, Indeks Pembangunan Manusia tertinggi kedua di Jawa Tengah, dan lain sebagainya hendaknya tidak membuat masyarakat berpuas diri. Sebab, masih banyak tugas dan tanggung jawab yang harus dikerjakan bersama, utamanya dalam menjaga kedamaian dalam masa-masa Pemilu  2019 yang belum sepenuhnya usai.

“Kita kukuhkan Kota Salatiga yang Toleran, Toleran yang benar-benar dari hati, bukan hanya sekedar slogan. Sebagaimana Isa Almasih datang sebagai juru damai, Anak-anaknya juga harus menjadi juru damai, yang memiliki damai sejahtera di hati, untuk kemudian disalurkan kepada orang-orang di sekitar kita, dimanapun kita berada,” tandas Walikota Salatiga, dalam sambutan perayaan Paskah bersama Badan Kerja sama Gereja-gereja Salatiga (BKGS) yang dibacakan oleh Tri Priyo Nugroho, Minggu 21/4 sore.

Sebagaimana dikatakan Ketua BKGS Purwanto, tema Paskah “Damai Sejahtera Bukan Slogan Semata” ini hendaknya bisa diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih, dengan suasana pasca Pemilu yang dimungkinkan adanya perbedaan pilihan, ia mengajak seluruh umat kristiani di Kota Salatiga  untuk turut berkontribusi mewujudnyatakan tema Paskah tersebut.

“Perbedaan pilihan dalam Pemilu jika tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan konflik, oleh karena itu mari kita rajut kerukunan dan kebersamaan sebagai sesama umat yang saling mengasihi,” kata Purwanto.