Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah Kunker Covid-19

Muh Zen, Adv. MSi pimpinan rombongan Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah meminta keterangan Pemerintah Kota Salatiga terkait penanganan Covid-19. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Kunjungan Kerja, yang diterima oleh Wakil Wali Kota Dr. Muh Haris, SS., MSi., dan Sekda Drs. Muthoin, MSi. serta kepala OPD terkait di Ruang Tamansari Gedung Setda, 08/03.
Muh Zen juga meminta keterangan tingkat keberanian tenaga medis dan masyarakat dalam pelaksanaan vaksin yang cukup tinggi. “Soal vaksinasi saya mengetahui dari kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga tadi sudah benar karena proses urutan jelas, baik screening maupun target sasarannya,” ungkapnya.
Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi dan kepada Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah yang sudah berkenan silaturrahmi di Kota Salatiga. “Monggo nanti biar dijelaskan langsung oleh kepala Dinas Kesehatan terkait penanganan yang dilakukan. Dan akan ditambahkan juga oleh Pak Sekda terkait penganggaran, juga prosentase dana yang di-refocusing,” tutur Muh Haris memimpin dialog.
Siti Zuraidah, MKes. Menjelaskan bahwa kasus aktif di Kota Salatiga sekarang terendah, tingkat kesembuhan tertinggi se-Jawa Tengah dan tingkat kematian juga terendah. “Sedangkan menanggapi pertanyaan terkait proses pembelajaran tatap muka, pada intinya pembelajaran tatap muka sudah siap, namun kebijakan berganti maka Pemerintah Kota Salatiga mengikuti. Seperti kebijakan PPKM berskala mikro contohnya. Sebanyak 2680 tenaga pendidik juga sudah kita data untuk mengikuti proses vaksin, namun masih menunggu kesiapan vaksin sendiri,” terang Kepala DKK menanggapi pertanyaan.
“Sementara para ojek online kita sudah rapid masif, data para ojol juga sudah kita minta. Untuk vaksin mudah-mudahan segera dapat mengikuti. Sementara untuk kesiapan Laboratorium di Kota Salatiga masih mampu dan cukup. Pernah sehari kami melakukan tes sebanyak 500 pcr, dan ternyata Lab kita cukup,” tambah Siti Zuraidah.