Ketua TP PKK Kota Apresiasi Pelatihan Kader POS PAUD

Ketua TP PKK Kota Salatiga Ibu Titik Kirnaningsih Yuliyanto menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana yang telah menggelar Pelatihan bagi Kader POS PAUD. Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pembukaan Pelatihan di Aula Rumah Dinas Wali Kota, 17/03.
Kali ini 40 Kader POS PAUD Kota Salatiga dihadirkan untuk mengikuti pelatihan terkait Pendidikan Usia Dini (PAUD) tersebut. Sedangkan bertindak sebagai pemateri adalah praktisi PAUD Dyah M. Sulistyati.
Ibu Titik Kirnaningsih Yuliyanto mengemukakan peran ibu di rumah saat pandemic covid-19 sangatlah berat. “Ketika sekolah berjalan normal dengan tatap muka tugas ibu rumahtangga tidak serumit saat ini. Sekarang seorang ibu dituntut mengurus rumah, mendampingi suami, mendidik anak, serta mendampingi belajar online/dalam jaringan. Ini tidaklah mudah karena selain menguras tenaga juga membutuhkan pikiran dan kesabaran ekstra,” ungkap Ketua TP PKK.
“Sekarang teknologi berkembang dengan pesat dan canggih. Rata-rata ibu masih gagap teknologi, bisanya Cuma membuka WA dan menerima telpon, selain itu tidak bisa. Sedangkan anak-anak sekarang lebih pandai dalam mengoperasinalkan gadget, hal ini orang tua juga harus meperhatikan. Saya berpesan gunakan posisi kita sebagai orang uta untuk menuliskan tinta emas, sehingga anak-anak sudah terpatri akan kebaikan. Misalnya anak harus hormat ke orang yang lebih tua, sayang kepada saudara dan terbiasa berbagi kasih,” tambah Ibu Titik Kirnaningsih Yuliyanto.
“Pos paud merupakan tulang punggung bangsa dalam mencetak anak yang Sholeh dan Sholehah. Pahala yang paling tinggi adalah guru yang menebarkan kebaikan, karena di tangan guru dan ibu arah pendidikan anak terbentuk. Untuk jelasnya nanti akan disampaikan oleh pemateri yang lebih ahli. Simak dengan seksama materi yang disampaikan. Semoga POS PAUD Kota Salatiga ke depan lebih maju,” pungkasnya.
Sementara Dyah M. Sulistyati dalam paparannya menyampaikan pentingnya Science Technology, Enginering, Art, and Mathematics (STEAM). “Prinsip STEAM adalah: bermain adalah belajar, berkaitan dengan kehindupan nyata anak, berbasis pada pembelajaran inkuri, melekat pada kurikulum yang responsive terhadap kebutuhan dan minat anak, potensi mengintegrasikannya pada aktivitas keseharian anak, komunikasi guru dan anak yang mengaktifkan Higher Order Thinking Skills (HOTS), dan pembelajaran memungkinkan dilanjutkan sampai anak menemukan solusi,” Dyah M. Sulistyati memaparkan.