Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang Untuk Berkarya

SALATIGA – Keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk dapat berkarya dan meraih prestasi. Bahkan penyandang disabilitas juga dapat hidup dengan mandiri dan memiliki hak serta kesempatan yang sama dengan masyarakat pada umumnya. Di sisi lain, pemerintah pun berkomitmen untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat penyandang disabilitas.

Pesan tersebut disampaikan oleh Walikota Salatiga saat memberikan sambutan pengarahan pada kegiatan Hari Difabel Internasional (HDI) yang dirangkai dengan Gebyar dan Pameran Inklusi, yang digelar di Halaman Rumah Dinas Walikota Salatiga, Selasa 03/12.

“Mari kita tunjukan kepada dunia, bahwa keterbatasan fisik tidak akan menghalangi seseorang untuk dapat berkarya dan meraih prestasi. Penyandang disabilitas dapat hidup dengan mandiri dan memiliki hak serta kesempatan yang sama dengan masyarakat pada umumnya. Seperti yang kita lihat pada gebyar dan pameran inklusi pada hari ini yang menampilkan hasil karya anak-anak kita yang luar biasa. Mereka mampu berkarya meskipun memiliki keterbatasan,” kata Walikota.

Ia mengatakan bahwa peringatan HDI merupakan salah satu bentuk dukungan untuk meningkatkan martabat, hak, dan kesejahteraan para penyandang difabel, sekaligus meningkatkan kesadaran semua pihak terhadap persoalan-persoalan yang terjadi berkaitan dengan kehidupan para penyandang difabel.

Walikota menambahkan bahwa Kota Salatiga telah mencanangkan sebagai Kota Inklusi sejak tahun 2012. Hal ini berarti komitmen Pemerintah dalam mewujudkan kota inklusi sudah berjalan selama 7 tahun. “Saya berharap, upaya yang berkesinambungan ini akan terus kita gerakan sehingga Kota Salatiga dapat memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat penyandang disabilitas,” kata Yuliyanto.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota juga mengukuhkan Pengurus Unit Layanan Disabilitas Bidang Pendidikan Inklusif (Smart Resource Center/SRC) yang merupakan sebuah inovasi pelayanan bagi anak yang memiliki hambatan dalam pembelajaran. Inovasi ini merupakan karya Dinas Pendidikan bekerjasama dengan Dinas Sosial Kota Salatiga.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Yuni Ambarwati, SH menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan peringatan HDI, Gebyar dan Pameran Inklusi tersebut dilanjutkan dengan Talkshow “Strategi Menjadi Orangtua Milenial Untuk Anak Berkebutuhan Khusus pada Rabu 4/12/2019 di Pendopo Rumah Dinas Walikota Salatiga.

Peringatan HDI sendiri dihadiri oleh sekitar 600 orang yang terdiri dari Forkopimda, Bunda PAUD, Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita, Pengurus SRC, Kepala SD/MI, SMP/MTs, Pusat Terapi, Akademisi, Perangkat Daerah, serta siswa/siswi Sekolah Luar Biasa dan Sekolah Inklusi. (sg)