Brakk.. brakk, suara keras terdengar dari salah satu peserta yang terjatuh dari kursinya. Ternyata peserta tersebut  jatuh dan pingsan dikarenakan serangan jantung mendadak (heart attack). Dengan sigap, petugas medis yang berada di ruang seminar datang untuk memberikan pertolongan.

Kejadian ini merupakan rangkaian dari  simulasi yang diberikan pada Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk  Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah kota Salatiga,  melalui  penanganan kegawatdaruratan secara yang cepat dan benar.

Acara yang digagas oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Salatiga mendapat apresiasi positif dari Wakil Walikota Salatiga, Muh Haris SS Msi yang hadir beserta istri, dalam peringatan HUT ke-45 Tahun PPNI, di Ruang Kaloka, Gedung Setda Lantai 4, Kamis (4/4). Menurutnya, penanganan terhadap bantuan hidup dasar diperlukan setiap orang dengan penanganannya yang tepat, karena itu dibutuhkan  kemampuan yang baik dalam menangani kejadian mendadak.

“ Simulasinya berhasil, karena berhasil membuat saya kaget. Hal serupa mungkin sering kita temui namun kita tidak tahu harus bagaimana. Saya senang apabila ASN nantinya dibekali dengan pengetahuan terkait penanganan BHD dengan benar. Karena hal tersebut bisa terjadi dimana saja dan  saat kita kerja.  Kegiatan ini bisa memantik kesadaran kita untuk lebih peduli  dan menjaga kesehatan kita,” Ujarnya.

Lanjutnya, Dirinya akan mendorong agar PPNI bisa memberikan peranannya dalam bidang kesehatan di kota Salatiga.  Sehingga masyarakat terutama ASN nantinya bisa diberikan latihan dan pengetahuan yang mendalam akan hal tersebut.

“ Kita sesungguhnya memang tidak boleh  terus mengantungkan dengan orang lain. Namun, kalau masing-masing kita paham, akan cepat membantu dalam penanganan kegawatdaruratan tersebut,” Tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Wilayah PPNI Kota Salatiga, Saeri S.Kep. Ns juga mengajak seluruh pihak untuk selalu mendukung kegiatan kesehatan di kota ini. Harapan kami adalah PPNI bisa menjadi wadah untuk meningkatkan kontribusinya ke masyarakat dengan cara meningkatkan derajat kesehatan menjadi lebih baik, karena banyak kejadian seperti serangan jantung mendadak ataupun gangguan pernafasan yang terjadi. Bantuan hidup dasar itu merupakan serangkaian upaya penyelamatan dasar pada kasus kegawatdaruratan oleh sebab apapun.

“ Hal ini ternyata memerlukan kepedulian  dan kemampuan untuk menanganinya, memberikan pertolongan  di awal, sebelum ada petugas medis yang datang. Karena banyak orang yang tidak tahu dan panik apabila terjadi hal tersebut,” Jelasnya.