Di bawah langit Kecamatan Mojosongo, Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, berbaur bersama ribuan perwakilan desa dalam peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang digelar di Lapangan Desa Butuh, Kamis (15/1/2026). Kehadiran Nina bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan membawa semangat sinergi untuk memperkuat simpul ekonomi antara kota dan desa.
Suasana lapangan yang biasanya tenang berubah menjadi pusat perhatian nasional. Sejumlah menteri kabinet hadir langsung, mulai dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, hingga Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Kehadiran pejabat negara ini menegaskan pesan kuat bahwa pembangunan Indonesia kini semakin berorientasi pada desa sebagai titik mula.
Melalui layar digital, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyapa para hadirin dengan pesan hangat namun tegas. Ia menekankan bahwa desa bukan lagi pelengkap, melainkan ujung tombak kebijakan nasional. Berbagai program strategis seperti Makan Bergizi Gratis hingga Koperasi Desa Merah Putih sengaja ditempatkan di desa agar manfaatnya langsung menyentuh kehidupan warga.
Di panggung utama, Mendes PDT Yandri Susanto menyoroti pentingnya kerja kolaboratif. Ia mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto bahwa pemerintah tidak membutuhkan sosok “Superman”, tetapi “Super Team”.
“Hari ini adalah hari kita semua. Melalui Asta Cita keenam, kita ingin desa menjadi pelaku utama, bukan sekadar penonton. Kami siapkan 12 Aksi Bangun Desa untuk menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Yandri yang disambut tepuk tangan meriah.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi selaku tuan rumah tampak bangga melihat Boyolali menjadi titik kumpul kepala desa berprestasi dari seluruh Indonesia. Ia menyebut momen ini sebagai kesempatan bagi UMKM Jawa Tengah untuk menunjukkan daya saingnya. Ia berharap para tamu membawa pulang inspirasi dari model penguatan ekonomi mikro yang berkembang di Jawa Tengah ke daerah masing-masing.
Acara berlangsung dinamis dengan berbagai sajian informasi dan visual, termasuk pemutaran video selayang pandang Koperasi Desa Merah Putih yang diproyeksikan menjadi mesin ekonomi baru di tingkat desa. Puncak emosional acara terasa saat seluruh hadirin berdiri serempak mengucapkan “Deklarasi Boyolali”, sebagai komitmen bersama untuk memajukan desa.
Usai rangkaian sambutan dan penghargaan, suasana mencair saat Charly Van Houten tampil di panggung. Alunan musik menutup peringatan hari itu dengan keakraban, menyatukan pejabat pusat, daerah, serta perangkat desa dalam satu irama.
Nina Agustin yang mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai menilai kegiatan ini sebagai pengingat penting bagi Salatiga. Menurutnya, meskipun Salatiga merupakan wilayah perkotaan, keterikatan dengan desa-desa penyangga di sekitarnya tetap menjadi kunci untuk menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat.





Comments are closed