SALATIGA – Sebanyak 496 guru ngaji di Kota Salatiga serta 1.500 guru ngaji di Kabupaten Semarang menerima insentif untuk guru madrasah diniyah (madin), guru TPQ dan pengasuh pondok pesantren. Insentif berupa tabungan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen didampingi Wakil Walikota Salatiga, Muh Haris di Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam (PPTI) Al Falah, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Salatiga, Jumat 05/04/2019.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen dalam sambutannya menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengalokasikan anggaran untuk insentif untuk guru madrasah diniyah (Madin), TPQ, guru ngaji dan pengasuh pondok pesantren. Insentif tersebut diberikan melalui dana hibah dengan total anggaran sekitar Rp 205 miliar. Sampai dengan saat ini, tercatat 171.131 guru ngaji se-Jateng akan menerima insentif tersebut.

Taj Yasin Maimoen mengatakan, pemberian insentif tersebut adalah bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap guru madrasah agar semakin bermutu dan profesional dalam mendidik generasi masa depan. Masing-masing guru ngaji akan menerima Rp. 1,2 juta setahun yang diterimakan per triwulan.

“Ini juga merupakan janji pada saat kampanye bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada Pilgub tahun 2018 lalu yaitu membantu guru ngaji seluruh Jateng. Semoga semangat ghirah dalam membimbing anak-anak menjadi sholeh dan berbudi luhur dapat terus ditingkatkan,” kata Wakil Gubernur dalam kegiatan yang dibertajuk Silaturahmi Ustadz dan Ustazdah tersebut.

Sementara itu Wakil Walikota Salatiga dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih kepada Pemprov Jateng atas dilaksanakannya kegiatan tersebut di Kota Salatiga. “Semoga kedatangan Gus Yasin bersama rombongan ini membawa keberkahan dan manfaat bagi kita semua. Terimakasih juga kepada Pengasuh PPTI Al Falah, Ibu Hajah Latifah Zoemri yang telah memfasilitasi kegiatan silaturahmi ini,” kata Muh Haris.

Muh Haris menjelaskan bahwa Pemkot Salatiga terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan, seirama dengan Pemprov Jateng. “Pada periode pertama, kami fokus pada pembangunan manusia, yaitu di bidang pendidikan, kesehatan dan UMKM. Sedangkan pada periode kedua lebih fokus pada pembangunan fisik dan penataan wajah kota. Alhamdulillah, angka kemiskinan menurun menjadi 4,84 (rendah) dan indeks pembangunan manusia (IPM) naik pada angka 81,68 atau termasuk tinggi. Kepada guru madrasah diniyah (madin), guru TPQ dan pengasuh pondok pesantren, saya mengajak untuk bersama-sama berperan aktif dalam menjaga toleransi di Kota Salatiga,” jelas Muh Haris.

Dalam kesempatan tersebut diumumkan pula bahwa jadwal penyampaian insentif untuk guru ngaji Kota Salatiga adalah pada hari Senin 08/04/2019 pada jam kerja di Kantor Kemenag Kota Salatiga.(humas-sg)