Pj. Wali Kota Salatiga telah menjadi garda terdepan dalam memimpin kota yang dijuluki sebagai ‘Indonesia Mini’ dengan suku, agama dan kebudayaan yang beragam. Kurang lebih setengah tahun menjabat, pemimpin yang belum lama ini meraih penghargaan tiga besar ‘Penjabat’ terbaik seluruh Indonesia itu menerima kunjungan sekaligus evaluasi kinerja dari Inspektorat Jenderal Kemendagri RI. Pj. Wali Kota menerima kunjungan dengan didampingi formasi lengkap, mulai dari Sekda, Staff Ahli, Asisten, Kepala OPD dan segenap pejabat Pemkot Salatiga di Ruang Kalitaman, Gedung Setda, Jumat (13/1).

Kunjungan yang digawangi Dr. Teguh Narutomo, M.M selaku Inspektur khusus bersama rombongan tersebut memberikan beberapa evaluasi terkait kinerja Pj. Wali Kota dan sistem administrasi yang ada di Pemkot Salatiga. “Ada beberapa highlight yang ingin kami tekankan kembali dan perlu kami sampaikan kepada temen-temen OPD. Jadi, highlight yang menjadi mandatori perundang-undangan ini agak spesial untuk daerah-daerah yang dipegang Pj, yang pertama adalah di tataran tata kelola keuangan daerah yang nanti akan disampaikan oleh Bapak Arsan Latif. Pesannya untuk tahun 2023, selain rancangan APBD sudah ditetapkan, temen-temen sudah harus menata kelola dan mengatur secara detail terhadap penyerapan. Jadi tidak ada lagi istilah penyerapan terlambat. Karena filosofinya ini APBD untuk masyarakat, dan ini harus dimaksimalkan perputaran ekonominya, mohon kawan-kawan kawal betul capaiannya”.

“Kemudian, adalah tata kelola BUMD semata-mata untuk bagaimana perolehan Pendapatan Asli Daerah ini meningkat. tentunya selain BUMD ada juga bagaimana potensi-potensi pajak, dan penerimaan PAD ini juga bisa dimaksimalkan. Tentu ini semata-mata juga untuk kemanfaatan perolehan masyarakat, mudah-mudahan income per kapita ini juga bisa meningkat untuk masyarakat. Sehingga ada kemanfaatan yang signifikan yang diperoleh masyarakat terkait dengan kehadiran Pj”, tambahnya. Kesempatan tersebut, Arsan Latif dan Deddy Winarwan dari Inspektorat Jenderal Kemendagri juga memberikan pencerahan kepada Segenap Pejabat Pemkot yang hadir, terkait dengan peraturan perundang-undangan serta regulasi administrasi yang perlu menjadi benang merah dan poin penting untuk diperhatikan.

Pj. Wali Kota Salatiga, Drs. Sinoeng N. Rachmadi, M.M yang dipercaya memimpin Salatiga, berkomitmen akan memberikan yang terbaik demi kesejahteraan khususnya warga Salatiga. “Izin kami ingin mengambil konklusi, apa yang disampaikan oleh Pak Teguh dan juga tim. Insyaallah Pak Arsan, kami akan segera menindaklanjuti upaya-upaya kongkrit ini, wabil khusus terkait tata kelola penganggaran keuangan daerah, orientasi ‘Deal’ kita ‘Fix’ RPJMD. Jadi ini yang akan menjadi acuan kita, So kalo begitu TAPD dalam hal ini dipimpin oleh Bu Sekda, Bappeda, BPKPD dan temen-temen TAPD lainnya, saya pesan kalo tidak ada dasar RPJMD coret saja, ini perintah Pj. Wali Kota”.

“Kemudian terkait kebermanfaatan, jadi orientasinya kami sudah sepakat, bapak. Temen-temen OPD/SKPD tidak hanya berhenti pada output saja, tidak hanya pada outcome saja, tetapi pada benefit dan ‘impact’ wabil khusus terkait kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik dan juga peningkatan daya saing. Itu yang menjadi acuan kita, terakhir saya mohon perhatian Bu Sekda apa yang disampaikan oleh Pak Deddy tadi tolong ini akan saya kawal betul pengendalian operasional kegiatan APBD per tiga bulan. Dan itu akan menjadi kartu kuning, putih atau bahkan merah untuk kepala SKPD, begitu kira-kira”, tegasnya.

Kesempatan tersebut juga dilakukan pengalungan medali dan penyerahan piagam dari Pemkot Salatiga kepada Inspektorat Jenderal Kemendagri RI atas peran dan kontribusinya pada penegakan integritas ASN dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan.

Categories:

Tags:

Comments are closed