BALAIKOTA – Dalam rangka Earth Hour atau hari bumi, Pemerintah Kota Salatiga bersama dengan berbagai komunitas pecinta lingkungan menggelar peringatan Earth Hour. Melalui kegiatan yang dilaksanakan di Halaman Pemkot Salatiga, Sabtu Malam 30/03 tersebut, masyarakat Kota Salatiga diajak untuk berhemat energi dan melaksanakan gaya hidup yang ramah lingkungan.

Mewakili Walikota, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Salatiga dalam sambutannya menjelaskan bahwa tujuan dari peringatan Earth Hour ini adalah untuk mengampanyekan hemat energi, khususnya untuk masyarakat Kota Salatiga, demi keberlangsungan sumber daya dan demi generasi penerus.

“Saya berharap agar kegiatan ini tidak hanya seremonial belaka, tapi juga diterapkan dalam keseharian yaitu melaksanakan gaya hidup yang ramah lingkungan. Kesadaran masyarakat tentang penghematan energi diharapkan semakin meningkat karena sumber energi sendiri ada yang bisa diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui. Penghematan energi seperti mengurangi pemakaian listrik akan membantu dalam menjaga keberlangsungan energi,” kata Sri Danujo.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu aktivis lingkungan hidup dari Komunitas Salatiga Peduli, Erik Darmawan. Ia memberikan apresiasi kepada Pemkot Salatiga karena tidak semua pemerintah daerah memperingati Earth Hour.

“Peringatan Earth Hour biasanya dilaksanakan oleh komunitas-komunitas saja. Namun sekarang, dengan adanya dukungan pemerintah daerah, diharapkan kampanye hemat energi ini dapat menular ke daerah lain dan membawa efek yang besar bagi lingkungan,” jelasnya.

Dalam peringatan yang diikuti oleh ratusan orang tersebut, peserta menyalakan lilin yang membentuk tulisan logo 60+ SALATIGA. Logo 60+ bermakna bahwa pengurangan emisi CO2 hendaknya tidak dilakukan selama 60 menit pada saat Earth Hour berlangsung saja. Namun, sebagaimana tanda plus yang ditambahkan dibelakang angka 60, diharapkan aksi ini bisa dilanjutkan atau diikuti, dengan perubahan gaya hidup sehari-hari yang ramah lingkungan, seperti diet plastik, hemat air, tidak membuang sampah sembarangan, dan lain sebagainya.

Dalam kesempatan tersebut listrik di Balaikota Salatiga juga dipadamkan selama 60 menit, mulai pukul 21.30 sampai 22.30. Turut hadir antara lain Forkopimda Kota Salatiga, kepala SKPD di Lingkungan Pemkot Salatiga dan masyarakat umum.(sg)