DISKUSI CARA PANDANG KESEHATAN DAN LINGKUNGAN DALAM ACARA NGOBROLKE KUTHA SALATIGA 2020

Acara “Ngobrolke Kutha Salatiga 2020” merupakan sebuah tempat untuk mengemas forum refleksi pembangunan kota. Pada hari Sabtu, 6 Maret 2021 sebelum dimulainya diskusi, acara ini diawali dengan pembagian piala dan piagam kepada pemenang Lomba Gambar “Wajah Kota Salatiga” yang telah diadakan pada tanggal 15 Desember 2020 – 3 Januari 2021. Selain itu terdapat juga pameran dan beberapa mini bazaar yang pastinya telah mengikuti protokol Kesehatan.

Diskusi Panel ‘Kesehatan & Lingkungan Hidup’ merupakan salah satu diskusi yang ada di acara “Ngobrolke Kutha Salatiga 2020” yang dilakukan secara online melalui Google Meet dan offline yang diselenggarakan di Aula 2 Kampoeng Percik Kota Salatiga, dan dipimpin oleh Titi Permata sebagai salah satu anggota dari Komunitas Tanam Untuk Kehidupan.

Hubungan dengan diadakannya Lomba Gambar “Wajah Kota Salatiga” dengan Diskusi Panel ‘Kesehatan & Lingkungan Hidup’ adalah sebagai topik yang diambil dari gambar karya anak-anak muda Salatiga. Dengan diadakannya diskusi yang diikuti oleh beberapa generasi muda dan generasi tua diharapkan dapat menyatukan cara pandang antar generasi yang akan menentukan tahapan aksi apa yang tepat untuk Salatiga di masa pandemi ini.

Beberapa dampak pandemi pada Salatiga diantaranya adalah air PDAM yang sering mati dan beberapa kasus sampah yang bertambah dari tahun sebelumnya. Namun, tidak sedikit dari suka relawan juga mendorong masyarakat untuk lebih aktif dan kreatif seperti memanfaatkan sampah daur ulang dengan dijual dan menerapkan pemilahan sampah agar sampah dapat diproses dengan mudah.

Adanya beberapa komunitas pendukung panel Diskusi Panel ‘Kesehatan & Lingkungan Hidup’ yaitu Karang taruna kelurahan pulutan dengan menyablonkan gambar pemenang Lomba Gambar di kaos, Bank Sampah Kurma dengan membantu mengurangi sampah botol plastik dan kantung plastik di Kota Salatiga dengan membuat kerajinan tangan dengan tutup botol, GESTIMBA (Gerakan Stop Timbun Barang) membantu mengurangi limbah rumah tangga yang memiliki program mendonasikan minyak jelantah, MTI (Masyarakar Transportasi Salatiga) dengan mengedukasi masyarakat mengenai aturan lalu lintas, dan TUK (Tanam Untuk Kehidupan) dengan mengedukasi masyarakat untuk melestarikan lingkungan seperti menanam pohon dan merawat kualitas air.