Bupati Batang Minta Kader HMI Salatiga Fokus Belajar

Bupati Batang Dr. Wihaji meminta kader HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Cabang Salatiga fokus untuk belajar di bangku pekuliahan dan organisasi. Pesan tersebut disampaikannya saat menjadi pemateri Dialog Kebangsaan yang digelar usai pelantikan pengurus HMI di Ruang Kaloka Gedung Setda Salatiga, 26/02.
Dalam Dialog Kebangsaan tersebut sekiranya Bupati Batang sekiranya dipanelkan bersama wakil wali kota Salatiga Dr. Muh Haris, SS., MSi, namun karena keterbatasan waktu, wakil wali kota mengisi saat seremoni pelantikan. Hadir dalam kesempatan tersebut Kela Dinas Kepemudaan dan Olahraga Nasiruddin.
Wihaji juga menekankan pentinya belajar teknologi. “Apapun nanti profesi setelah kuliah selesai, teknologi harus dikuasai. Karena kedepan teknologi informasi yang bermain dalam dimensi kehidupan. Apapun profesi harus memanfaatkan informasi jika ingin besar,” Bupati Batang menekankan.
“Tugas kader HMI adalah belajar dan belajar. Disini, di Kantor Wali Kota dan Gedung DPRD adalah tempat demo saya jaman dulu. Saya bukan siapa-siapa, saya juga dari keluarga biasa, jadi tetaplah semangat, kalau kita berkehendak akan seuatu cit-cita kejarlah pasti akan terwujud. Tidak punya uang kalau mahasiswa itu biasa, kalau mahasiswa punya uang banyak dipertanyakan asalnya dari mana. Tidak ada ruginya berbelajar di HMI, memang selalu diajarkan tentang teori-teori, namuan yakinlah yang bermanfaat di kemudian hari adalah teori tersebut,” tambahnya.
“Organisasi kader fokusnya adalah perkaderan, caranya macam-macam, jika ada persoalan itu dinamikanya. AD/ART memang kaku, jaman sudah berubah, kompetensi yang berpengaruh. Untuk menjawab perubahan tersebut adalah pemberian ruang perkaderan yang leluasa. Jika ada yang suka usaha beri ruang tapi perkaderan juga harus jalan. Jika ada masalah senior bisa diminta bantuan. 10 tahun ke depan kompetensi yang dibutuhkan, jaringan tetap penting tapi kompetensi masih akan lebih dibutuhkan, dan tidak kalah penting inovasi serta kreativitas,” Bupati Batang menambahkan.
“Jangan punya niat lain di HMI kecuali untuk mencari ridho Allah, kalau niatnya sudah macam-macam maka saya yakin tidak nunggu di akhirat pasti akan ada balasan. Petakan kebutuhan mahasiswa itu apa, kalau dulu kebutuhan ilmu agama maka itu menjadi daya tarik. Tentu sekarang berbeda kebutuhan mahasiswa. Program kerja tidak usah banyak-banyak, tapi fokus pada kebutuhan mahasiswa,” Wihaji mengingatkan.