Buka Muscab, Wawali Tekankan Pentingnya Iman dan Imun

Wakil Wali Kota Salatiga, Muh Haris, SS, M.Si, membuka Musyawarah Cabang (Muscab) ke-5 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Salatiga yang berlangsung di Gedung Sekretariat IBI di Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Jumat 07/8/2020. Muh Haris mengajak seluruh anggota IBI untuk bergerak bersama meningkatkan kesehatan ibu dan anak menuju Indonesia maju. Atas nama pribadi dan masyarakat Salatiga, ia menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas sumbangsih IBI, terutama dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

“Untuk diketahui, pada Tahun 2021 besok akan dialokasikan dana kesehatan sekitar 33 persen dari APBD atau jauh lebih tinggi dari alokasi untuk pendidikan. Kepada pengurus yang lama kami sampaikan terimakasih atas sumbangsihnya bagi Kota Salatiga, adapun kepada pengurus baru yang akan terpilih nanti saya sampaikan selamat menjalankan tugas dan diharapkan sinerginya dengan Pemerintah Kota Salatiga dalam menuntaskan masa bakti kami hingga 26 Mei 2022,” terangnya.

Disadari, saat ini masih dalam masa pandemi, oleh karena itu sangat penting bagi seluruh masyarakat untuk selalu meningkatkan imun dan iman. Sebagai orang yang relatif paham tentang kesehatan, IBI sudah seharusnya bisa menjadi juru bicara dan memberikan penjelasan yang jelas kepada masyarakat untuk menjadi sehat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga, Siti Zuraidah, SKM, M.Kes, menuturkan bahwa indikator kesehatan di daerah adalah kematian ibu dan bayi. Pada Tahun 2019, target maksimal angka kematian bayi adalah 25 kasus, namun didapati sebanyak 27 kasus. Sedangkan di Tahun 2020, dengan target yang sama, sudah ditemukan 13 kasus kematian bayi hingga Bulan Juli kemarin. Oleh karena itu Zuraidah berharap peran IBI dalam menjamin pelayanan KIA dan KB dengan berbagai inovasi di masa pandemi.

“Tak kalah penting adalah peran aktif di media sosial guna menangkal informasi yang salah serta mengkampanyekan protokol kesehatan. Selama belum ada vaksin penangkal COVID-19, maka protokol kesehatan merupakan upaya terbaik yang bisa dilakukan,” ujarnya.

Menurut Siti Zuraidah, bidan berperan penting dalam mencegah dan menemukan dini kemungkinan kasus stunting. Sesuai arahan Presiden saat peringatan Hari Kesehatan Nasional, azas pelayanan terkait kesehatan ibu dan anak harus tetap berjalan. Tanpa mengabaikan protokol kesehatan, tidak ada alasan ibu hamil dan bayi tidak terlayani.