BPOM di Semarang Akan Bentuk Gerakan Kemananan Pangan Desa

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Semarang akan membentuk Gerakan Keamanan Pangan Desa/Kelurahan di Kota Salatiga. Rencana program tersebut disampaikan oleh Kepala BBPOM Semarang Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni Apt. dalam audiensi kegiatan Terpadu Keamanan Pangan BPOM dengan Pemerintah Daerah ke Wali Kota Salatiga Yuliyanto, SE., MM. dan Sekda Drs. Muthoin di rumah dinas wali kota, 04/02.
Wali kota dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas bantuan BPOM di Semarang yang telah mendampingi dan memberikan pelatihan param UMKM Karak di Kelurahan Kutowinangun Lor beberapa waktu yang lalu. “Pelatihan yang dilaksanakan BPOM di Semarang kepada pengrajin karak sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan bahaya bleng, borak, dan pewarna textile. Saya mohon BPOM di Semarang untuk terus berkenan memberikan pelatihan dan kerjasama dengan Pemkot Salatiga,” harap Yuliyanto.
Kepala BPOM di Semarang menerangkan jika pihaknya akan melaksanakan program pendampingan cukup lama. “Gerakan keamanan pangan masyarakat desa kalau kemarin hanya sebulan melakukan pendampingan, nantinya kami akan melakukan program pendampingan selama 10 bulan. Kader keamanan panganan desa ini ada guru, karang taruna. Sehingga nanti kader keamanan pangan mayarakat desa ini dapat mengawasi produksi pangan di daerah masing-masing. Misalnya saja pedagang kaki lima yang ada di situ, dan para produsen industri rumah tangga bisa memproduksi produk yang aman dengan mengikuti pelatihan yang kami laksanakan,” ungkapnya.
“Golnya nanti adalah terbentuknya Desa/Kelurahan PAMAN (pangannya aman), kalau program pasar aman golnya ya pasar aman, serta kantin aman yang bekerjasama dengan sekolah. Sekolah ini nanti kita intervensi kita bimtek lagi, bagaimana pangan yang didistribusikan aman, tim bisa kepala sekolah, guru, pengelola kantin, serta siswa. Sehingga pengelola kantin bisa menyeleksi produk apa saja yang aman untuk dijual,”tambahnya.
“Ada juga DAK non fisik BPOM yang dikeluarkan sejak mulai tahun 2020, pada tahun 2021 akan ada kenaikan 200 persen. Sekarang Kota Salatiga mendapatkan alokasi sebesar 480 juta dengan bentuk kegaitan pengawasan yang dilakukan oleh dinas kesehatan. Kegiatannya antara lain; pengasan IRTP, pengawasan apotik, pengawasan puskesmas, serta Bimtek peningkatan kemampuan tenaga pengawas di Dinas Kesehatan Kota,” jelas Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni Apt. didampingi Dra Novi Ekorini Apt. Koordinator Bidang Infokom.
Dalam kesempatan tersebut diserahkan pula draf kerjasama antara BPOM di Semarang dengan Pemerintah Kota Salatiga.