Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan, Kota Salatiga Jadi Rujukan

Salatiga – Sebanyak 80 peserta pelatihan kepemimpinan pengawas (PKP) Pusdik Administrasi Lemdiklat Polri belajar atas keberhasilan Pemerintah Kota Salatiga dalam menurunkan angka kemiskinan dan penerapan kebijakan publik.

Rombongan yang diketuai oleh AKBP. Ade Mulyana, S.IK berkunjung ke Kota tertoleran ini untuk melakukan pembelajaran terkait kepemimpinan, manajemen pengawasan dan pelayanan publik yang sudah diterapkan di Kota Salatiga. Diakui bahwa Salatiga menjadi rujukan karena melihat keberhasilannnya di berbagai bidang.

“Saya tekankan mereka dapat melakukan pembelajaran dengan sebaik-baiknya. Sifatnya belajar bukan membanding-bandingkan dari apa yang sudah dilakukan di Pemkot Salatiga dengan lainnya. Kita dapat mengambi poin positiifnya dan mengabdopsinya di lingkup kerja masing-masing,”kata Ade di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Senin (24/2).

Rombongan peserta adalah dari pemerintah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Pangandaran. Rombongan langsung  diterima oleh Wakil Wali Kota Salatiga disertai Staf Ahli Walikota, Kepala Dinas, Camat dan Lurah.

Dalam kesempatan tersebut, Muh Haris SS Msi menyampaikan bahwa keberhasilannya dalam melakukan program di Salatiga tidak terlepas dari peranan masyarakat dan stakeholder yang ada. Pembangunan Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan penurunan angka kemiskinan menjadi perhatiaan serius di jajaran pemerintahannya.

Saat ini pihaknya juga sangat konsen terhadap membangun kota salatiga yang SMART (sejahtera, mandiri, dan bermartabat) dan dapat dijabarkan kedalam 9 misi dan disederhanakan menjadi 4W (warek, waras, wasis, wajah kota).

“Angka IPM kita tertinggi yang kedua se-Jateng dan angka kemiskinan bersama kota Semarang terendah di Jateng. Bagi kami ada kepuasan dalam menjalankan tugas apabila secara terus menerus angka kemiskinan dapat menurun. Saya memahami tugas pemerintah  itu banyak dan dalam berbagai regulasi, yang terpenting adalah rakyat bebas dari rasa takut dan rakyat bebas dari rasa lapar,”tegas Haris.

Diakui bahwa keberhasilan merupakan kerja bersama yang dilakukan dengan ketekunan dan adanya perhatian pemerintah yang berkelanjutan. Sehingga sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya yakin apabila dua hal tadi dapat dicapai dengan baik, maka tugas membangun akan maksiml dan berdampak untuk  masyarakat,”tegasnya.

Kegiatan studi lapangan juga  akan dilakukan ke Kecamatan Tingkir dan Kecamatan Sidorejo yakni pusat pengembangan industri dan berbasis pertanian lahan basah. Kemudian ke Puskesmas, Dinas PUPR dan Kelurahan Blotongan dengan pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakatnya.