Berbahasa Harus Benar, Agar Tidak Berimbas pada Masalah Hukum

Salatiga – Permasalahan terkait dengan penggunaan bahasa pada produk hukum dan media sosial sering ditemui. Oleh karena itu, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar Penyuluhan Bahasa Indonesia dalam Bidang Hukum di Kota Salatiga.

Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta dari OPD Kota Salatiga dan lembaga lainnya yang bersentuhan langsung dengan hukum. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 2-3 November 2021, di Hotel Grand Wahid, Kota Salatiga.

Sekda Kota Salatiga, Ir. Wuri Pujiastuti, M.M., menyampaikan bahwa ASN harus menguasai penggunaan bahasa yang benar dan santun. Selain itu, mereka juga harus menularkan ilmunya kepada masyarakat di lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, situasi tertib berbahasa dalam ranah formal dan informal dapat dicapai untuk menghindari permasalahan atau konflik karena bahasa. 

“ Penggunaan bahasa pada surat dinas mencerminkan citra diri lembaganya. Kalau bahasanya jelek artinya lembaganya juga.Pelatihan ini sangat baik guna memberikan pemahaman yang benar dalam penggunaan bahasa,” kata Sekda.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Ganjar Harimansyah, menambahkan bahwa kita patut bangga memiliki bahasa Indonesia yang modern dan pemakaiannya dilindungi hukum, mulai dari UU 1945 sampai dengan UU No. 24 tahun 2009 serta peraturan-peraturan daerah.

 ” Ingat selalu selogan Mulutmu Harimaumu. Hati-hati dengan bahasa yang digunakan. Penggunaan bahasa yang tidak sesuai dengan konteks dan budaya dapat menimbulkan kasus hukum,” ujarnya. Materi yang diberikan selama kegiatan ini berupa kebijakan bahasa hukum, penggunaan bahasa dalam produk dan kasus hukum, serta penyidikan dan pengadilan kasus hukum. Selain dari Balai Bahasa, narasumber berasal dari berbagai lembaga seperti Polda Jawa Tengah dan Pengadilan Tinggi Jawa Tengah.