Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., mengikuti Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Tahun 2026 di Hotel Novotel Semarang, Selasa (22/09/2026).
Rakor ini memperkuat sinergi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam mempercepat penurunan stunting. Kegiatan diikuti kepala daerah serta kepala perangkat daerah yang menangani perencanaan dan pembangunan daerah, kesehatan, serta keluarga berencana. Peserta dari Jawa Tengah hadir secara luring, sementara peserta dari sejumlah provinsi lainnya mengikuti secara daring.
Kepala Biro Humas Kementerian Sekretariat Negara RI, Eddy Cahyono Sugiarto, menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan komitmen dan kerja bersama. Menurutnya, rakor menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus memperkuat konvergensi intervensi lintas kementerian dan pemerintah daerah menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat hingga tingkat paling bawah. Ia mendorong kerja kolaboratif antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan perangkat daerah agar upaya pencegahan dan penanganan stunting berjalan optimal.
Sejalan dengan arahan tersebut, Wali Kota Salatiga menyampaikan bahwa hasil rakor akan diterapkan melalui gerakan dan upaya yang terintegrasi di daerah.
“Dari pertemuan ini tentunya akan diaplikasikan di wilayah masing-masing, khususnya di Salatiga, dengan membentuk gerakan atau upaya yang terintegrasi dan kolaboratif antarsektor maupun unit terkait. Semoga dengan integrasi ini, angka stunting di Salatiga dapat dipercepat penurunannya,” jelas Robby.
Menurut Robby, koordinasi tersebut menjadi bahan untuk memperkuat langkah penanganan stunting di Kota Salatiga. Integrasi program dan kolaborasi lintas sektor akan terus didorong agar pencegahan serta intervensi stunting berjalan terpadu dan berkelanjutan.




Comments are closed