Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Salatiga menggelar Seminar Kesehatan dalam rangka memperingati HUT ke-27 DWP Tahun 2026 di Ruang Kaloka Lantai 4. Mengusung tema “Optimalisasi Peran Wanita sebagai Katalisator Salatiga BEDA menuju Indonesia Bebas TB 2030”, kegiatan dibuka oleh Pembina DWP Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan.
Dalam arahannya, Retno mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai penjaga pertama kesehatan keluarga. Menurutnya, literasi kesehatan bagi perempuan merupakan investasi penting bagi ketahanan kesehatan keluarga, termasuk dalam menghadapi Tuberkulosis (TB) yang masih memerlukan perhatian dan kepedulian bersama.
Retno menekankan lima hal dalam penanganan TB, yakni meningkatkan literasi dan kesadaran bahwa TB dapat disembuhkan, memperkuat peran keluarga dalam menemukan kasus secara dini, menghilangkan stigma dan diskriminasi, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta membangun komitmen eliminasi TB sebagai gerakan bersama yang berkelanjutan. Ia juga mengingatkan agar pasien TB tidak dikucilkan, tetapi mendapatkan dukungan dan pendampingan hingga tuntas menjalani pengobatan.
Para peserta diajak menjadi duta eliminasi TB dengan mengenali gejala, melakukan deteksi dini dan pemeriksaan, menjalani pengobatan secara disiplin hingga sembuh, serta mencegah penularan. Materi seminar juga membahas investigasi kontak, etika batuk, sirkulasi udara, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terapi pencegahan TB, serta vaksinasi BCG pada bayi.
Melalui momentum HUT ke-27 DWP, Retno berharap DWP dan PKK terus aktif mendampingi masyarakat, meluruskan informasi keliru, dan memberikan dukungan kepada pasien TB. “Tidak harus mengambil peran yang besar. Yang penting, setiap orang mengambil peran yang nyata,” pesannya.
Sinergi dan gotong royong dari tingkat daerah hingga keluarga diharapkan dapat memperkuat peran perempuan sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Bebas TB 2030.




Comments are closed