Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan visi pembangunan Salatiga BEDA (Bergerak, Energik, Dinamis, Adaptif) dan Mendunia. Hal tersebut disampaikan saat memimpin webinar pendidikan bertajuk Mengawal Mutu, Akses, dan Keadilan Pendidikan Kota Salatiga yang diselenggarakan Dewan Pendidikan Kota Salatiga di Ruang Kalitaman, Lantai 2, Gedung Setda Kota Salatiga, Jumat (17/7/2026).
Dalam arahannya, Wali Kota mengapresiasi Dewan Pendidikan Kota Salatiga yang telah menghadirkan ruang kolaborasi strategis. Menurutnya, kemajuan suatu daerah ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya.
“Pendidikan merupakan fondasi Salatiga BEDA dan Mendunia. Visi tersebut menempatkan pendidikan sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan daerah,” tegas Robby.
Pemerintah Kota Salatiga, lanjutnya, berkomitmen memperkuat sektor pendidikan melalui tiga pilar utama, yaitu mutu, akses, dan keadilan. Pada aspek mutu, pemerintah terus meningkatkan kualitas pembelajaran, literasi, numerasi, dan kompetensi guru dengan mengoptimalkan Rapor Pendidikan. Pada aspek akses, pemerintah memastikan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berjalan transparan, objektif, dan berkeadilan melalui jalur domisili, afirmasi, mutasi, dan prestasi.
“Sekolah harus menjadi tempat setiap anak menggapai cita-cita, bukan ruang yang menciptakan ketidakadilan,” ujarnya.
Pada aspek keadilan, Pemerintah Kota Salatiga memperkuat pendidikan inklusif melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) agar seluruh anak memperoleh kesempatan belajar yang setara tanpa diskriminasi.
Komitmen tersebut tercermin dari berbagai capaian, di antaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tahun 2025 sebesar 86,23 yang menjadi tertinggi di Jawa Tengah, nilai Rapor Pendidikan 87,48 dengan kategori Tuntas Madya, Angka Partisipasi Sekolah usia 7–15 tahun sebesar 99,11 persen, serta peringkat kedua Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMP se-Jawa Tengah. Salatiga juga berhasil meraih predikat Kota Tertoleran se-Indonesia, peringkat kedua EPPD Jawa Tengah, penghargaan Unit Layanan Disabilitas Terbaik dari BBPMP Jawa Tengah, dan Juara III Olimpiade Sains Nasional jenjang SD/MI.
Robby mengajak seluruh unsur pentaheliks untuk terus bersinergi menjaga mutu, memperluas akses, dan mewujudkan keadilan pendidikan.
“Mari jadikan webinar ini sebagai titik awal lahirnya berbagai gagasan dan inovasi untuk memajukan pendidikan di Kota Salatiga,” ajaknya.
Senada dengan Wali Kota, Wakil Ketua Dewan Pendidikan Kota Salatiga, BPH Pramushinta, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus bersinergi dengan Dinas Pendidikan dan masyarakat dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia.
“Hal-hal yang sudah berjalan baik akan kami lanjutkan, sedangkan yang belum terlaksana akan kami selesaikan bersama Dinas Pendidikan sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia,” pungkasnya.




Comments are closed