Pemerintah Kota Salatiga melalui BPKPD mengembangkan inovasi MIRASA–SALATIGA (Mirroring Database Standar Harga Satuan dan Analisis Standar Belanja) sebagai support system penyusunan Pra-RKA untuk mendukung pelaksanaan desk Renja OPD. Inovasi ini merupakan bagian dari Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026 yang bertujuan meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran daerah melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Pengembangan MIRASA–SALATIGA dilatarbelakangi oleh belum tersedianya database SHS dan ASB yang terintegrasi. Selama ini proses pencarian data standar biaya masih dilakukan secara manual melalui SIPD dan berbagai dokumen pendukung sehingga membutuhkan waktu yang relatif lama dan berpotensi menimbulkan perbedaan referensi antar perangkat daerah.
Melalui MIRASA–SALATIGA, data SHS dan ASB dihimpun dalam satu database yang terintegrasi sehingga pengguna dapat mengakses informasi standar biaya secara lebih cepat, mudah, dan sistematis. Keberadaan sistem ini mendukung penyusunan Pra-RKA yang lebih efektif, meningkatkan konsistensi penggunaan data standar biaya, serta memperkuat pengambilan keputusan yang berbasis data.
Implementasi MIRASA–SALATIGA dilakukan melalui berbagai tahapan mulai dari inventarisasi dan validasi data, pengembangan database, pengujian aplikasi, hingga penyempurnaan sistem. Inovasi ini telah dilaunching oleh Wali Kota Salatiga pada tanggal 6 Mei 2026 dan dilanjutkan dengan sosialisasi kepada seluruh perangkat daerah pada tanggal 10 Juni 2026.
Sebagai implementasi awal, ditetapkan lima perangkat daerah sebagai OPD pilot project yang mengikuti simulasi penggunaan aplikasi dan pendampingan pada tanggal 10 sampai dengan 15 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan menguji pemanfaatan sistem sekaligus memperoleh masukan pengguna sebagai dasar penyempurnaan aplikasi.
Hasil implementasi menunjukkan bahwa MIRASA–SALATIGA mampu meningkatkan kemudahan akses data standar biaya, mempercepat proses penyusunan anggaran, serta memberikan manfaat ekonomi melalui efisiensi waktu kerja dan peningkatan produktivitas aparatur. Ke depan, sistem ini akan terus dikembangkan dan diperluas pemanfaatannya guna mendukung transformasi digital pengelolaan keuangan daerah di Kota Salatiga.





Comments are closed