Tradisi penyerahan Pataka Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) menjadi momen penting dalam rangkaian Rakernas XI JKPI 2025. Tahun ini, Pataka diserahkan oleh Wali Kota Yogyakarta, Dr. (H.C) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), kepada Wali Kota Ternate dalam sebuah seremoni di Amphitheatre Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG) Yogyakarta,Kamis (07/08/2025).
Penyerahan ini tidak hanya bermakna seremonial, tetapi juga simbol estafet tanggung jawab antar kota pusaka untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya bangsa.
Dalam sambutannya, Hasto memberikan apresiasi khusus kepada Wali Kota Salatiga. “Saya punya sahabat, Pak Wali Kota dari Salatiga. Beliau sama-sama spesialis kebidanan dan kandungan. Pak Wali ini memperluas pelayanannya, tidak hanya kepada pasien, tetapi juga kepada masyarakat. Ini luar biasa,” tutur Hasto.
Bagi JKPI, pataka menjadi pengingat bahwa semangat pelestarian budaya harus terus diwariskan dari satu kota ke kota lainnya, memastikan keberlanjutan nilai-nilai budaya di tengah perkembangan zaman.
Sementara, Wali Kota Ternate, Dr. M. Tauhid Soleman M.Si, menyambut hangat kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya sebagai tuan rumah Rakernas JKPI 2026. Ia menilai pelaksanaan JKPI di Yogyakarta sangat merepresentasikan semangat pelestarian budaya yang menjadi roh JKPI. “Sudah tentu ini sesuai dengan semangat JKPI, yang ingin memperkuat heritage yang selama ini telah hidup dan menjadi bagian tersendiri dari masyarakat Indonesia,” ujarnya.





Comments are closed