Salatiga – Temuan kasus HIV-AIDS di Kota Salatiga didominasi oleh kaum laki-laki sebesar 63% atau 177 orang. Hal ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah maupun dari berbagai pihak untuk  upaya pencegahan penularannya.

“Pada tahun 1994 hingga September tahun 2019 ini, jumlah kasus HIV AIDS secara kumulatif di Kota Salatiga tercatat 282 orang yang terdiri dari 128 kasus HIV, 154 kasus AIDS dan 68 diantaranya sudah meninggal dunia. Saat ini kasus HIV AIDS sudah ditemukan di semua kecamatan di Kota Salatiga dengan tingkat temuan terbanyak di Kecamatan Sidorejo yakni 45% dari total kasus, yakni wiraswasta (18%), karyawan swasta (17%), wanita pekerja seks (9%), ibu rumah tangga (9%) dan pemandu karaoke (9%),”ujar Wakil Walikota Salatiga saat memberikan arahan pada peringatan puncak peringatan hari AIDS Sedunia tingkat Kota Salatiga, di Kampus IAIN Salatiga, Jumat(6/12).

Menurutnya peningkatan infeksi HIV adalah di karyawan swasta dan ibu rumah tangga. Hal ini juga perlu mendapat perhatian serius karena apabila  dibiarkan maka akan membahayakan generasi  mendatang.

“Karyawan swasta dan ibu rumah tangga perlu mendapat perhatian ekstra. Tidak hanya itu temuan kasus HIV-AIDS di Kota Salatiga juga didominasi oleh kaum laki-laki sebesar 63% atau 177 orang. Ini harus kita tangani dan cegah bersama-sama,”bebernya.

Lanjutnya, Menurut Muh Haris bahwa pendidikan mengenai hal tersebut perlu diberikan secara berjenjang. Pemberian materi mengenai HIV-AIDS juga harus diberikan ke siswa sekolah dan  masyarakat juga perlu arahan yang benar. Edukasi ini memang harus diberikan dengan baik dan dengan adanya penyuluhan yang baik.

“Ibu hamilpun perlu diberikan edukasi yang baik bukan hanya kepadanya saja namun keluarga yang ada di sekitarnya. Dengan adanya informasi yang baik dan tepat diharapkan bisa mencegah dan meminimalkan penularan HIV ke pasangannya ataupun dari ibu ke janinnya,”jelasnya.