3,5 Miliar DBHCHT Untuk Sektor Kesehatan

Salatiga – 50 persen lebih atau 3,5 dari angka 5,5 Miliar dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kota Salatiga dialokasikan untuk sektor kesehatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Siswo Hartanto, Kabag Perekonomian dan SDA Setda Kota Salatiga, saat memberikan arahan di kegiatan Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan di Bidang Cukai Tahun 2020, di Aula Kaloka Gedung Setda, Lantai IV, Senin (2/11/2020).

“Salatiga adalah sebagai salah satu penghasil cukai sehingga mendapat alokasi 5,5 miliar. Dari angka tersebut 3,5 diperuntukkan di bidang kesehatan. Selebihnya diperuntukkan untuk OPD terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, dan Setda,”kata Siswo.

Selain itu, Siswo menjelaskan bahwa pada bidang kesehatan dana diperuntukkan sebagai program jaminan kesehatan nasional, kegiatan promotif, preventif maupun kuratif. Upaya rehabilitasi, penyediaan dan peningkatan fasilitas kesehatan dan pelatihan tenaga kesehatanpun dilaksanakan untuk penanganan covid-19 di Kota Salatiga.

“Saya harap nantinya peserta bisa turut menyebarkan informasi terkait perundang-undangan terkait DBHCHT di lingkungannya masing-masing. Sehingga perruntukannya bisa lebih baik dan terarah,”tambahnya.

Lanjutnya, mengenai hal cukai juga penting diberikan karena pelanggaran di bidang cukai akan berdampak hukum. Seperti pelanggaran  memakai cukai palsu, cukai kedaluwarsa, dan barang yang seharusnya bercukai tidak bercukai.

“Masyarakat juga harus paham aturan, melanggar hukum tidak. Diharapkan selesainya kegiatan ini mereka akan mengerti dan paham  peraturan di bidang cukai sehingga tidak melanggar,” bebernya.

Sementara itu, Kabag Hukum Setda Kota Salatiga, Haryono Arif menambahkan bahwa kegiatan tersebut sangat baik sehingga masyarakat  akan bisa memahami regulasi di bidang hukum atas cukai.

“Sosialisasi ini diikuti oleh 140 unsur RW se-Kota Salatiga yang di bagi dalam dua kelompok berbeda peserta. Pemisahan tersebut dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang ada. Masyarakat akan mampu memahami aturan hukum yang berlaku nantinya terutama untuk urusan cukai,”jelas Haryono.