Balaikota –  Walikota Salatiga, Yuliyanto, SE., MM beserta Wakil Walikota, PJ Sekda Kota Salatiga dan Forkompinda Kota Salatiga melepas rombongan PMI Kota Salatiga  dan relawan untuk melakukan aksi kemanusiaan ke wilayah bencana gempa bumi di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), di halaman Kantor Pemkot Kota Salatiga, Jumat (7/9).

Adapun dana yang berhasil dikumpulkan adalah sebanyak Rp. 59.664.400,00. Dana bantuan ini akan diwujudkan kedalam bentuk hygenis kit sejumlah 1000 paket terdiri dari 10 kit 500 paket sembako dan peralatan habis pakai program psikologikel suport program 1 paket. Sementara pakaian dan bantuan bencana lainnya akan disalurkan  lewat relawan yang akan berangkat ke lombok.

Yuliyanto dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya berterimakasih kepada PMI kota Salatiga dan seluruh relawan yang telah berupaya untuk menggalang dana dari berbagai pihak untuk bisa membantu aksi kemanusiaan  bencana gempa bumi ke wilayah lombok, NTB.

“ Saya mengapreasiasi aksi ini. Karena kota ini telah menjadi bagian aktif dari aksi kepedualian dan  kemanusiaan bagi korban di lombok.  Lewat masyarakat, melalui berbagai komunitas tanpa membedakan perbedaan, namun bisa bersatu padu menyumbangkan sebagian hartanya untuk kemanusiaan,” Jelasnya.

Bantuan dari PMI Kota Salatiga yang disertai para relawan,  akan berangkat menuju ke  PMI Provinsi NTB yakni mulai tanggal 7 sampai 15 September 2018. Bencana gempa bumi di Lombok ini telah menjadi perhatian bersama. Bencana ini telah mengakibatkan lebih dari 500 korban jiwa, dan 7.145 korban luka-luka, ratusan ribu orang mengungsi, dan puluhan rumah roboh dan rusak.

“ Aksi kemanusiaan ini harus kita dukung bersama. Saya harap para relawan juga bisa menjaga kesehatan, dan kekompakan selama kegiatan. Selalu jaga nama baik Salatiga selama disana,” Tambahnya.

Selain melepas romobongan PMI, Walikota juga menyerahkan  hadiah untuk para pemenang lomba gapura tingkat kota Salatiga dalam rangka HUT ke-73 RI dan dalam rangka memeriahkan Asean Games 2018 yang merupakan tindak lanjut amanat dari menteri dalam negeri dan gubernur jawa tengah.