Yuliyanto Akui Telah Lalui Semua Tahapan

Balaikota – Komunitas RW se Kota Salatiga mendatangi ruang kerja Walikota Salatiga terkait pencoretan dana program guyub RW yang gagal keluar di 2019 ini.

Wiwik Sunarto dari RW 5 Gendongan Salatiga selaku perwakilan komunitas mengatakan bahwa dirinya datang ke pemkot Salatiga bersama komunitas RW se Kota Salatiga adalah menindaklanjuti isu yang berkembang di masyarakat, baik berupa ucapan langsung ataupun di media sosial. Menurutnya,  dirinya  datang untuk mengkonfirmasi Walikota kaitannya dengan pencoretan  dana guyub RW tersebut.

“ Kami datang disini merupakan inisiatif kami sendiri untuk bertemu dengan bapak. Kami masih berusaha agar usulan di perubahan di 2019 dana bisa keluar. Itupun sifatnya masih usulan dan menindaklanjuti gagalnya pengajuan di 2018 ini, “ Jelasnya.

Diakuinya, untuk dana RW yang nantinya di terima adalah sangat bervariasi sekitar 40 sampai 50 juta di 200 RW yang tersebar di kota Salatiga. Harapannya, dana tersebut akan diperjuangkan dengan apa yang sudah diajukan.

“ Munculnya isu penolakan dan pencoretan itu, dan ternyata benar. Hal tersebut terjadi di dewan dan bahkan tidak muncul di anggaran perubahan. Namun, kita akan tetap berupaya untuk bisa  terealisasi dan turun,” tambahnya.

Menanggapi permasalan tersebut,  orang nomor satu di kota Salatiga Yuliyanto SE MM mengatakan bahwa dirinya bersama OPD terkait telah melakukan proses dan tahapan dari awal sampai akhir dengan baik dalam proses program guyub RW tersebut.

“ Kami selaku Walikota dan teman-teman OPD sudah melakukan tahapan dan proses dari awal sampai akhir dari proses RPJMD 2017- 2022. Kemudian guyub RW yang tercantum dalam RPJMD tersebut dan masuk ke dalam Perda No. 1 Tahun 2018, Perwali No.20 tahun 2018 dan SK Nominatif sudah kita buat semua,” Katanya saat ditemui di Ruang Kerjanya, Kamis (27/12).

Menurutnya, tahapan ini sudah dilakukan semua dan telah disampaikan kepada pengurus RW.  Pemerintah sudah berupaya dan bergerak sampai sejauh itu. Namun proses penganggaran tidak muncul atau dicoret oleh teman-teman dewan.

“ Nilainya sangat variatif yakni sekitar 40 juta , 45 juta dan 50 juta, dengan total 8 Miliar 900 juta. Saya  juga tidak mengetahui alasannya mengapa hal tersebut  dicoret.  Silahkan pengurus RW untuk dapat bertanya kepada dewan,” Terangnya.

Yuliyanto juga mengakui sangat menyayangkan bahwa hal tersebut bisa tidak muncul, karena di dalamnya merupakan  program masyarakat  yang juga intinya untuk kesejahteraan masyarakat.

“ Semua tahapan sudah dilakukan, sosialisasi sudah dilakukan, kita usulkan ke DPRD melalui tahapan-tahapan yang ada. Namun ada proses pencoretan disitu dan tidak muncul. Sangat Saya sesalkan, “ Tandasnya.

Dirinya menambahkan bahwa progam guyub RW adalah semata-mata untuk  program masyarakat. Untuk program yang tidak bisa dibiayai APBD,  bisa menggunakan dana  hibah tersebut untuk keperluan masyarakat. Misalnya untuk  beli tenda, kursi, sound sistem, perlengkapan lainnya, dll.