Balaikota – ASN di lingkungan pemerintah kota Salatiga diajak untuk berzakat profesi. Gerakan bersama ini dalam rangka untuk menurunkan angka kemiskinan di kota Salatiga.

Kegiatan pekan keteladanan pembayaran zakat dan sosialisasi baznas kota Salatiga ini diikuti oleh 110 peserta dari unsur pimpinan OPD, camat dan lurah se kota Salatiga, dan OPD di lingkungan pemerintah kota Salatiga. Kegiatan ini juga menghadirkan dua pembicara yakni dari ketua Baznas Provinsi Jateng dan Ketua Baznas Kota Salatiga, di Ruang Kaloka, lantai IV Gedung Setda Kota Salatiga, Rabu (25/7).

Tri Endah Lestari, SE  selaku  Kasubbag Bina Sosial Kesra Setda Kota Salatiga  mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keteladanan dan sosialisasi  kepada seluruh ASN dilingkungan Kota Salatiga untuk mengingat akan pentingnya menunaikan zakat khususnya zakat profesi. Selain itu, kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi dari para petugas baznas di wilayah salatiga agar bisa mengatur dana dengan baik. “  Sosialisasi ini akan menguatkan sinergitas dan kemampuan bersama dalam mengentaskan kemiskinan di kota ini. Selain itu dirinya juga mengajak semua pimpinan OPD di lingkungan pemkot Salatiga untuk mengikuti program ini,” Kata Tri.

Sosialisasi ini juga mendapat sambutan positif dari orang nomor satu di Salatiga. Yuliyanto, SE., MM menyatakan bahwa kegiatan ini menarik, karena didalamnya terdapat keteladanan dalam pembayaran pajak. Selain itu juga sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran bagi para ASN dalam berzakat khususnya dalam  pembayaran zakat profesi. “ Melalui optimaslisasi zakat ini diharapkan akan secara langsung bisa  menguatkan perekonomian dan pengentasan kemiskinan yang ada di kota Salatiga,” Ujarnya.

Lanjutnya, angka kemiskinan di kota Salatiga relatif kecil yakni 5.07%. Saya harap semua stageholder yang ada termasuk masyarakat, institiusi mau melakukan gerakan bersama tersebut. Karena kegiatan ini adalah bersifat sosial yang akan sangat bermanfaat dan membantu didalam pengentasan angka kemiskinan di kota ini.  “ Langkah bersama ini harus disengkuyung bareng karena ada  keterlibatan semua pihak secara aktif. Sehingga harus disengkuyung bareng untuk kepentingan yang lebih besar. Seperti menurunkan angka kemiskinan di kota ini,” Bebernya Yuliyanto.

Perlu diketahu bahwa di kota Salatiga sendiri ada sekitar 3.000 PNS  muslim  dengan gaji rata-rata sekitar tiga juta, maka zakat profesi yakni 2,5 % dari gaji yang dapat terkumpul perbulannya adalah Rp.75.000,00.  Apabila dikalikan dalam waktu setahun akan mencapai 3 Milliar rupiah.

“ Saya himbau untuk seluruh pimpinan OPD, camat, lurah, pengusaha di kota Salatiga untuk segera membuat unit pengumpul zakat di masing-masing instansi termasuk instansi vertikal agar penyalurannya dapat benar dan tepat sasaran,” Pungkasnya.

Yuliyanto juga melakukan simulasi  dan  melakukan akad dalam pengumpulan zakat profesinya di hadapan baznas Salatiga. Walikota disaksikan oleh Setda Kota Salatiga dan Kapolres Salatiga.