Seorang tenaga pengamanan dari Polres Salatiga dibantu linmas dan anggota PPS TPS 01 Kalibening memperingatkan warga yang masih mabuk karena pengaruh minuman keras untuk menjaga ketertiban saat melakukan pencoblosan pada Pilgub tahun 2018. Namun warga lain yang tidak memiliki surat undangan protes karena tidak diperbolehkan mencoblos dibawah pukul 12.00. Demikian sebagian kecil simulasi kontijensi yang digelar jajaran Polres Salatiga di Lapangan Pancasila 27/1.

Skema huru-hara pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur tersebut berjalan dramatis namun lancar. Pemeran yang berasal dari jajaran kepolisian tersebut mensimulasikan sejak proses kampanye, praktik money politik, pemungutan  suara, protes warga, hingga pada klimaksnya adalah kerusuhan di halam kantor KPU.

Hadir dalam kontijensi tersebut wakil walikota walatiga Muh Haris, ketua KPU dan Ketua Panwas  beserta jajarannya, Forkopinda, dan kepala OPD terkait. Masyarakat juga antusias menyaksikan simulasi huru-hara yang dipersiapkan untuk antisipasi kerusuhan pada Pilgun mendatang.

Muh Haris usai kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bentuk antisipasi dari Polres Salatigadalam menciptakan kondisi aman. “Kita persiapkan antisipasi atas hal-hal yang tidak kita inginkan. Salatiga sudah kita kenal sebagai daerah yang aman, nyaman, dan damai sehingga kita yakin akan lancar Pilgubnya dan terplih gubernur yang sesuai dengan keinginan masyarakat. Ini adalah bentuk antisipasi pak Kapolres dalam antisipasi hal yang tidak diinginkan, terima kasih kepada Kapolres berserta jajarannnya,” tutur Muh Haris.