Balai Kota, Peringatan tahun baru 2018 Pemerintah Kota Salatiga dilaksanakan dengan format berbeda. Pada malam penyambutan pergantian tahun diadakan Pentas Sendra Tari Ramayana di Gedung Pertemuan Daerah, digelar perayaan di Kelurahan dan Kecamatan, Pentas Band di Lapangan Pancasila dan Mujahadah Jajaran Pemerintah, Forkopinda bersama Kyai dan ormas Islam di Ruang Pertemuan Kaloka Gedung Setda lantai 4.

Dalam sambutan dalam kegiatan mujahadah, Walikota Yuliyanto mengajak jamaah untuk berkomitmen bekerja lebih baik di tahun 2018. “Tahun ini kita tidak mengadakan pesta kembang api, biar yang lain yang mengadakan. Kita sengaja mengundang bapak dan ibu semua untuk bermujahadah di sini guna merenung, introspeksi diri guna melangkah yang lebih baih di tahun mendatang, serta berdoa untuk keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat Kota Salatiga seluruhnya,” tutur walikota.

“Saya juga mengajak bapak-ibu dan seluruh masyarakat Salatiga untuk berhijrah ke pada yang lebih baik di tahun mendatang. Perlu kita syukuri dua kali kota kita mendapat predikat kota paling toleran. Mari kita terus kita jaga dan tingkatkan agar suasana Salatiga sebagai City of Harmony tetap terjaga. Kepada rekan OPD semua yang hadir mari kita tingkatkan kinerja layanan kita kepada masyarakat,” ajak walikota.

Sementara itu ketua MUI Salatiga Dr. Saefudin Zuhri mendukung kegiatan mujahadah dalam rangka pergantian tahun dilanjutkan di tahun mendatang. “Saya sangat setuju jika perayaan pergantian tahun baru diisi sesuatu yang lebih baik, seperti mujahadah pada malam hari ini. Ini adalah awal yang baik dan saya berharap pada pergantian tahun mendatang mujahadah tidak dilaksanakan di gedung ini namun di lapangan. Bersama masyarakat mari kita ajak untuk berdzikir dan berdoa bagi kebaikan dan kesejahteraan masyarakat Salatiga,” tutur Ketua MUI.

Sementara KH Nur Rofiq dalam tausiyahnya mengajak seluruh umat Islam turut dalam membangun Salatiga. “Jika umat Islam Salatiga seluruhnya mendukung pembangunan maka kota kita bisa menjadi maju seperti Singapura bersih indah dan aman. Sebagai contoh, jika umat Islam turut memberikan support  menjaga kebersihan, maka tidak mustahil  kota ini akan menjadi kota paling bersih di Indonesia,” ajak Ketua FKUB Salatiga ini.