Walikota Salatiga, Yuliyanto SE, MM, menyampaikan ketidaksetujuannya jika Pemkab Temanggung berinisiatif belajar dengan Pemkot Salatiga mengenai investasi teknologi dan industri. Namun, Yuliyanto ingin mengajak Pemkab Temanggung dan Pemkot Salatiga untuk belajar bersama dan saling memberikan sumbang saran terkait investasi yang memberikan peluang kerja bagi masyarakat.

“Meskipun kami lebih dulu mendapat investor padat karya seperti PT SCI, tapi kami tidak setuju jika Temanggung ingin belajar dengan Salatiga. Tetapi, mari kita bekerja sama, saling belajar, sehingga kunjungan ini bisa menjadikan Temanggung dan Salatiga untuk lebih dekat dan saling bersinergi,” tandas Yuliyanto.

Yuliyanto mengungkapkan bahwa, luas Kota Salatiga yang hanya 56,78 ha ini terbagi menjadi empat wilayah kecamatan yang salah satunya adalah Kecamatan Argomulyo sebagai wilayah industri. Dalam upaya mengentaskan 9.000 pengangguran di Salatiga, Pemkot Salatiga bersinergi dengan investor untuk memberikan lapangan pekerjaan, melalui perusahaan sepatu yang nantinya akan menyediakan 15.000 lapangan kerja. Berdirinya SCI tentunya memberi angka positif terhadap angka kemiskinan yang saat ini masih sekitar 4,84 % dari jumlah penduduk Salatiga, disamping perusahaan-perusahaan kecil lainnya.

“Terkait proses perijinan bagi calon investor, kami tidak memungut apapun, yang penting bisa berdampak positif dan mampu menampung masyarakat untuk bekerja di perusahaan tersebut sesuai ketrampilan, bakat dan minat masing-masing,” tandasnya.

Sebagaimana diungkapkan Bupati Temanggung, H Muhammad Al Khadziq, maksud kedatangannya bersama rombongan adalah untuk melihat kondisi pabrik sepatu yang terlebih dulu ada di Salatiga.

“Masalah kemajuan teknologi, Temanggung ingin belajar dengan Salatiga dalam mendirikan pabrik. Saat ini Temanggung sudah mengirim 299 karyawan ke pabrik sepatu di Salatiga, dan akan kembali ke Temanggung untuk menjadi supervisor. Jadi kami selangkah di belakang Salatiga,” terang Al Khadziq.

Diungkapkannya, Temanggung saat ini sedang membuka diri untuk ramah investasi karena selama 5 tahun sebelumnya tertutup dengan berbagai kesulitan yang dihadapi dan ijin agak ketat. Saat ini mereka menyadari bahwa investasi sangat penting untuk meningkatkan kemakmuran daerah.

“Dengan rencana jalan tol Semarang-Jogja yang salah satu pintunya di wilayah Pringsurat, tentu akan menjadi investasi yang bagus di Temanggung yang saat ini memiliki UMK sebesar 1.600.000 rupiah,” jelasnya.