SALATIGA – Walikota Salatiga, Yuliyanto secara resmi meluncurkan Kampung Wisata Pancuran dengan menandatangani lukisan mural di tepi sungai yang membelah kampung ini pada Kamis 01/11/2018.

Peresmian ini menandai selesainya penataan kawasan pemukiman perkotaan yang telah dimulai sejak setahun yang lalu di Lingkungan RW 04 Pancuran, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir Kota Salatiga.

Mirip dengan kawasan perkotaan di daerah lain, dulunya Kampung Pancuran mempunyai tipikal permasalahan perkotaan antara lain masih adanya kawasan kumuh, permasalahan sanitasi, kebersihan dan kesehatan. Hal itulah yang mendasari Pemkot Salatiga melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Dinas Perkim) melakukan penataan pemukiman di kampung ini.

Walikota Salatiga menjelaskan bahwa penataan di lokasi tersebut merupakan pilot project penataan dengan melibatkan tiga pilar yaitu pemerintah, masyarakat dan juga pihak swasta. “Terimakasih kepada warga masyarakat, swasta dan semua pihak yang telah berperan dalam penataan pemukiman di kawasan Pancuran ini. Penataan kawasan ini telah dimulai dengan pemugaran Makam Mbah Nyai Kopek setahun yang lalu dan sekarang penataan kawasan telah selesai. Wajah Kampung Pancuran kini telah berubah menjadi lebih bersih, lebih berwarna, lebih sehat, lebih kreatif karena peran serta Anda semua,” ungkap Walikota.

Sementara itu Head of Brand PT ICI Paints Indonesia, Anastasia Tirtabudi dalam sambutannya mengatakan bahwa pihaknya bangga dapat bekerjasama dengan pemerintah daerah dan juga warga masyarakat dalam mempercantik lingkungan. “Kekuatan transformative warna ternyata dapat membuat tempat tinggal lebih berwarna. Ini sesuai dengan misi Pemkot Salatiga untuk menata kawasan kumuh menjadi kawasan yang berwarna, sehat dan juga menyenangkan,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua RW 04 Pancuran, Budi Santoso. Sebagai perwakilan dari lingkungan, ia menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam penataan kawasan Pancuran.

Kampung Pancuran kini telah menjadi kampung wisata tematik. Banyak mural yang menampilkan tema yang berbeda seperti sejarah perjuangan Bangsa Indonesia dan juga tokoh-tokoh Kota Salatiga. Selain potensi wisata religi di Malam Mbah Nyai Kopek, Kampung Pancuran juga mempunyai potensi antara lain industri kecil karak dan abon, kuliner sore dan warung makan. Ada pula wisata seni budaya berupa drumblek, teklek, mural, kursus menjahit, musik religi kosidah, taman baca, dan Taruna Tanggap Bencana (TAGANA).

Selain itu ada pula wisata lingkungan berupa Community Garden, pemanfaatan pekarangan melalui Konsep Rumah Pangan Lestari (KRPL), Vertikal Garden, kebun sayur. Sungai yang membelah kampung pun berpotensi untuk dikembangkan dalam budidaya ikan, shelter tepi sungai, dan jembatan bertema.

Acara peresmian kampung Wisata Pancuran tersebut dihadiri juga oleh Anggota DPR-RI dari Salatiga, Fadholi, Wakil Walikota Salatiga, Muh Haris, Jajaran Forkopimda Kota Salatiga, dan ratusan masyarakat Pancuran dan sekitarnya. (sg)