SALATIGA – Dalam roadmap reformasi birokrasi terdapat 8 area perubahan yang salah satunya adalah perubahan dalam penataan tata laksana. Namun demikian, pelaksanaan penataan tata laksana yang meliputi pengelolaan arsip belum dilaksanakan dengan maksimal di semua Satuan Kerja Perangkat Daerah di Lingkungan Pemkot Salatiga.

Hal tersebut disampaikan oleh Walikota Salatiga, Yuliyanto, SE, MM saat menjadi pembicara sekaligus membuka kegiatan Saresehan dan Sosialisasi Audit Kearsipan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinas Persip) Kota Salatiga, Kamis 12/09/2019.

“Urusan kearsipan harus lebih diperhatikan, supaya saat dibutuhkan arsip tersebut bisa ditemukan dengan cepat dan tepat. Tidak hanya saat pemeriksaan, tapi arsip juga merupakan sumber informasi, bahan perencanaan, serta pengembangan sebuah organisasi,” urai Walikota.

Walikota juga mengatakan bahwa peningkatan kualitas pengelolaan arsip dapat dilaksanakan melalui audit kearsipan yang akan dikoordinir di Dinas Persip. Menurutnya pengelolaan arsip dengan baik adalah wujud pertanggungjawaban kita pada negara sekaligus menyelamatkan ketersediaan informasi bagi generasi mendatang.

“Audit ini bukan untuk mencari kesalahan, namun mencari sebab kenapa ketentuan kearsipan belum dijalankan. Karenanya obyek audit tidak perlu merasa bersalah, sebab audit kearsipan merupakan penilaian penyelenggaan kearsipan dari masa ke masa. Ini termasuk mengawal ketersediaan warisan informasi negara untuk generasi mendatang,” kata Walikota.

Selain Walikota, bertindak selaku pembicara dalam kegiatan yang diikuti oleh SKPD se-Kota Salatiga tersebut antara lain, Kepala Dinas Persip Kota Salatiga, Slamet Setyo Budi, SE, M.Acc dan Kasi Pembinaan dan Pengembangan Kearsipan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Dra. Endang Retno TW. (sg)