SALATIGA – Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kota Salatiga diminta untuk tidak bias dalam garis komando pemerintahan. Penegasan ini disampaikan oleh Walikota Salatiga, Yuliyanto saat membuka Rapat Kerja (Raker) Korpri Kota Salatiga Tahun 2017 di Gedung Korpri, Rabu 14/06.

Walikota mengatakan bahwa garis komando pemerintahan haruslah lurus dengan pimpinan daerah, yaitu Walikota dan Wakil Walikota selaku pemimpin tertinggi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemkot Salatiga. “Saya harap Korpri selalu kompak dalam mendukung program pembangunan yang tertuang dalam RPJMD 2017-2022. Lurus ke Walikota dan Wakil Walikota, jangan sampai bias atau bercabang,” kata Yuliyanto.

Selain kekompakan, Korpri juga diharapkan untuk ikut menjaga iklim kondusif Kota Salatiga. “Mari kita bersama-sama menjaga kota toleran ini, layani masyarakat sebaik-baiknya tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras ataupun golongan,” imbau Walikota.

Sementara itu Ketua Panitia Rapat Kerja Dewan Pengurus Kota (DPK) Korpri, Prasetiyo Ichtiarto menyampaikan bahwa tujuan raker tersebut adalah untuk menampung dan menindaklanjuti aspirasi yang berkembang dari Anggota Korpri Unit dan sub unit. “Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan komunikasi antar pengurus Korpri tingkat Kota dengan sub unit di Lingkungan Pemkot Salatiga,” jelas Prasetiyo Ichtiarto.

Peserta raker terdiri dari 115 orang ASN yang merupakan utusan dari unit atau sub unit Korpri pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, BUMN dan BUMD. Dalam acara tersebut hadir pula Wakil Walikota Salatiga, Muh. Haris, perwakilan dari Dewan Pengurus Korpri Provinsi Jawa Tengah, Sutoyo dan pimpinan OPD Kota Salatiga. (sg)