Untuk merubah persepsi masyarakat tentang sampah, Walikota Salatiga Yuliyanto mencanangkan Proyek Perubahan Salatiga Jemput Sampah Berbasis Kemitraan. Kegiatan dengan peserta 350 perwakilan masyarakat se-Kota Salatiga tersebut dilaksanakan di halaman SMP N 9 Salatiga, 9/5.

Prasetyo Ichtiarto kepala Dinas Lingkungan Hidup selaku penggagas program menjelaskan, peserta berasal dari berbagai unsur masyarakat mulai dari; PKK, OPD, Sekolahan, swasta, BUMD, RT, RW, dan bank sampah se-Salatiga. “Semoga dengan kerja berbasis kemitraan ini mampu meringankan penanganan masalah persampahan di Kota Salatiga,”ungkap Prasetyo.

Sementara walikota dalam sambutannya menjelaskan pertumbuhan penduduk Kota Salatiga sangat pesat sehingga masyarakat Salatiga akan menghadapai masalah persampahan. “Dalam kurun waktu 6 tahun terakhir penambahan penduduk Salatiga lebih dari 30 ribu. Pertambahan tersebut berasal dari kelahiran penduduk asli Salatiga maupun penduduk pindahan dari luar Salatiga. Maka wajar jika pemerintah mengatisipasi sejak awal masalah persampahan,” jelas Yuliyanto.

“Jika program proyek perubahan Salatiga jemput sampah berbasis kemitraan ini bisa berjalan dengan baik indikatornya akan terlihat yaitu masyarakat sadar dan memperlakukan sampah dengan baik. Seperti memilah, memilih dan mengambil manfaat ekonomi dari sampah tersebut. Dengan demikian beban TPA Ngronggo akan berkurang. Nanti jika berjalan, kita tidak masalah tim penilai Adipura mau datang 3 kali dalam satu minggu, Salatiga akan tetap terlihat bersih oleh mereka,” lontar Walikota.

Pencanangan ditandai dengan penandatanganan kesepakatan antara walikota dengan Dinas Kesehatan, Camat Sidorejo, dan PT Adira dari pihak Swasta. Usai pencanangan, walikota berkenan secara simbolis mengambil sampah tari tong sampah SMPN 9 Salatiga dan memasukkannya ke dalam bak motor sampah milik Dinas Lingkungan Hidup. Walikota didampingi Kepala DLH juga berkenan menempelkan stiker kemitraan di pintu SMPN 9 dan Bank Jateng Cabang Salatiga.