Salatiga(17/1), Walikota Salatiga membuka secara resmi pameran sketsa dengan tema “Kota dan Peradaban” di Kafe 1915. Kegiatan yang diselenggarakan oleh komunitas arsiSKETur ini digelar mulai tanggal 17 Januari sampai dengan 12 Februari, dengan menampilkan kurang lebih 60 karya dari beberapa sketcher (pelukis sketsa) ternama seperti Gagoek Hardiman, Agung Dwiyanto, Quinto Maximo dan lainnya, selain itu juga akan diisi pula dengan live sketching para sketcher di sejumlah tempat di sudut Kota Salatiga.

Menurut Tito Satriyo, pemilik tempat digelarnya acara sekaligus juga seorang sketcher, sketsa arsitektur merupakan dokumen sejarah dan peradaban yang akan terus dikenang. Sebagai sebuah karya seni sketsa telah berkembang sejak lama dan menjadi perhatian para arsitektur. Tito berharap kedepannya agar Pemerintah Kota Salatiga dapat mewujudkan buku “Salatiga dalam Sketsa” sebab dapat menjadi media promosi bagi bisnis dan pariwisata Salatiga. Saat ini para sketcher sudah bukan lagi hanya dari kalangan arsitektur tapi juga lintas profesi. “Kami para sketcher tidak meminta biaya untuk karya yang diterbitkan dalam sebuah buku, karena murni adalah hobi” ujar tito.

Menyambut digelarnya pameran sketsa kota dan peradaban Walikota Salatiga menyatakan bahwa pameran sketsa kota ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam membenahi dan mempercantik kota. Walikota berharap agar hasil karya para pelukis sketsa tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pembangunan kota, selain itu Walikota juga mendukung dibuatnya buku sketsa tentang Salatiga. “Kalau beberapa bagian Kota salatiga bisa dibuat lukisan sketsa dan kumpulan sketsa dijadikan dalam sebuah buku, alangkah bangganya Salatiga. Semoga para Sketcher dapat mewujudkannya . Saya siap mendukung pembuatan bukunya.” Kata Walikota.