Pancuran, Walikota Salatiga Yuliyanto bertekad akan menata permukiman padat yang ada di Salatiga. Demikian komitmennya saat melaksanakan Peresemian Makam Nyai Kopek dan peletakan batu pertama Mushola Pancuran, di RW IV Pancuran Kutowinangun Lor Salatiga, 10/1.

Kegiatan dirangkai dengan peresmian beberapa proyek yang ditandai dengan penandatanganan prasasti, yaitu Makam Damardjati, dan penataan kawasan Pancuran. Hadir dalam kesempatan tersebut wakil walikota Muh Haris, anggota Forkopinda, anggota DPRD Salatiga, dan kepala OPD Kota Salatiga.

Ketua RW IV Pancuran Budi (Gajah) Sutrisno mengucapkan terima kasih atar pendampingan yang dilakukan oleh pemerintah. “Saya mewakili warga merasa terbantu dengan bantuan pemerintah kota. Dengan bantuan tersebut akhirnya makam Nyai Kopek bisa dibangun. Selanjutnya program kampung pelangi yang kami jalankan semoga segera bisa selesai. Banyak ruas sudut kampung sudah dipercantik, pembangunan MCK komunal juga sudah rampung,” Budi melaporkan.

Adapun Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman VT Haribowo melaporkan bahwa proyek yang telah dilaksanakan dalam mendukung penataan kawasan permukiman padat adalah pembangunan makam Nyai Kopek, Pembangunan MCK Komunal, pembangunantaman vertikal, dan penataan sepadan sungai.

Walikota dalam sambutan peresmiannya sangat mengapresiasi keinginan warga Pancuran untuk menata kampungnya sendiri. “Saya bangga dan mengapresisasi warga Pancuran yang dengan keterbuakaan hati dan niat ingin mempercantik kampungnya. Semoga dengan niat dan semangat tersebut akan membuat permukiman di sini semakin nyaman dan roda perekonomiannya juga bergerak. Saya juga sampaikan terima kasih kepada semua OPD yang keroyokan menurunkan angka kemiskinan termasuk membantu kegiatan ini,” sambut walikota.

“Saya juga mengingatkan bahwa masih ada PR kawasan padat permukiman lain yang harus kita tata bersama. Beberapa yang menyusul untuk kita tata adalah; kawasan Ngentak, kawasan Kalitaman, kawasan Pungkursari, Margosari, serta Kalicacing.,” tambah Yuliyanto.