Wali Kota Terjun Langsung Pantau Kesiapan Penanganan COVID-19

Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, SE, MM, mengapresiasi solidaritas dan gotong royong warga dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari para pelaku isolasi mandiri. Oleh karena itu, Wali Kota pun menyempatkan diri berkunjung ke beberapa wilayah RW, diantaranya RW 6 Gunungsari, Sidorejo Kidul, Kecamatan Tingkir pada Sabtu 02/5/2020. Tujuannya adalah untuk memberikan dukungan moril kepada pasien yang positif terpapar COVID-19, keluarga pasien yang mengisolasi secara mandiri di rumah, dan warga di lingkungan pasien. Lebih dari itu, sebagai bentuk apresiasi terhadap solidaritas warga.

“Kunjungan kami ini untuk melihat kesiapan di setiap kelurahan dan kecamatan yang wilayahnya terdapat pasien positif Corona. Kita lihat bagaimana tindak lanjut serta kesiapan gugus tugas di tingkat RW berkaitan dengan pengamanan, pengendalian, pengawasan, dan penyaluran distribusi jaring pengamanan sosial. Hari ini saya juga mengajak Kepala Dinas Sosial, Lurah, Camat, untuk bisa memberikan intervensi wilayah ke tingkat terkecil, dimana terdapat warga positif Corona, yang kemudian ditindaklanjuti dengan isolasi mandiri dan selanjutnya dijemput untuk dirawat di rumah sakit,” terang Yuliyanto.

Di salah satu komplek perumahan Gunung Asri tersebut, Wali Kota didampingi Kadinsos, Camat Tingkir, dan Lurah Sidorejo Kidul mendapati, petugas dari Dinas Kesehatan tengah menjemput pasien positif ke-11 di Kota Salatiga. Bersama beberapa warga yang berkumpul di depan Posko Siaga COVID-19, Yuliyanto seraya melambaikan tangan memberikan dukungan semangat kepada dua petugas medis yang menjemput pasien tersebut. Usai petugas medis menjemput pasien positif corona, disusul kemudian dua mobil dari PMI yang melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah dan lingkungan sekitar pasien.

Menurut keterangan Ketua RT 5 RW 6 Sidorejo Kidul, Paulus Aris, Pasien ke-11 yang dinyatakan positif ini merupakan seorang laki-laki yang menyadari dirinya telah melakukan kontak langsung dengan PDP yang dinyatakan positif sebelumnya. Karena itu, dirinya berinisiatif mengisolasi diri dari lingkungan, termasuk dengan istrinya yang juga mengisolasi diri meskipun hasil tes istri dinyatakan negatif.

“Kami sangat menghargai kejujurannya, sehingga warga pun bergotong royong untuk memenuhi kebutuhan pasien dan istrinya yang mengisolasi diri, mulai dari kebutuhan makan minum hingga pakaian tertentu,” tutur Paulus.

Sementara, di Genggong RW 9 Sidorejo Kidul, Wali Kota mendapati posko peduli di Masjid Al Fadhilah yang mengumpulkan dana dan sembako untuk warga terdampak Pandemi COVID-19. Sebagaimana disampaikan Sekretaris Posko Peduli Dampak COVID-19, Hariyadi, bahwa pembentukan posko tersebut bertujuan untuk mengurangi dampak ekonomi di masyarakat, dengan upaya penyemprotan disinfektan dan pembagian paket sembako setiap minggu.

“Bantuan ini dikumpulkan dari warga di RW IX yang secara sukarela menyumbangkan uang maupun barang, untuk kemudian kami salurkan dalam bentuk paket sembako berisi beras, gula, mi instan, telur, minyak goreng dan sirup,” terang Hariyadi.

Menurut Yuliyanto, inisiatif warga dalam penanganan sosial ekonomi dengan mengumpulkan dana dan sembako tersebut sebagai bagian dari solidaritas dan gotong royong.

“Seperti ini harus kita bangun di tingkat RW karena akan sangat dibutuhkan ketika wabah ini berlangsung cukup lama. Sehingga memudahkan dalam menangani dan mengantisipasi terjadinya dampak ekonomi sosial yang ada di masyarakat,” pungkasnya.