BANDUNG –  Tertarik dengan prestasi Juara I Nasional Posyandu Wijaya Kusumah Bandung serta kiat-kiat pembinaan posyandu oleh Tim Penggerak (TP) PKK Kota Bandung, TP PKK Kota Salatiga melakukan kunjungan kerja ke Kantor PKK dan Dharma Wanita, Jl Sukabumi Dalam, Bandung pada Kamis 09/11.

Rombongan TP PKK Kota Salatiga yang dipimpin oleh Ketua TP PKK Kota Salatiga, Ny. Ida Farida Haris ini diterima oleh Wakil Ketua I TP PKK Kota Bandung, Ny. Siti Muntamah Oded beserta seluruh Pokja dan juga Ketua Posyandu Wijaya Kusuma, Imas Masriah.

Dalam sambutannya, Ny. Ida Farida Haris mengatakan bahwa kunjungan TP PKK Kota Salatiga tersebut dimaksudkan untuk belajar bagaimana memberdayakan masyarakat khususnya dalam hal PKK dan Posyandu.

“Rombongan kami sebanyak 80 orang mulai dari TP PKK Kota Salatiga, kecamatan hingga kader PKK kelurahan di Salatiga. Semoga prestasi Kota Bandung ini menginspirasi kami untuk semakin kreatif dalam memberdayakan masyarakat,” kata Ketua TP PKK Kota Salatiga.

Sementara itu, Wakil Ketua I TP PKK Kota Bandung, Ny. Siti Muntamah Oded dalam sambutan selamat datangnya mengatakan bahwa penghargaan yang diperoleh Kota Bandung tidak hanya karena kebijakan, tapi juga karena masyarakat Bandung yang open-minded atau terbuka.

“Dukungan anggaran memang ada untuk kegiatan PKK Kelurahan, untuk karang taruna juga ada, tapi itu saja tidaklah cukup. Perlu pengelolaan yang baik dari Pemkot Bandung dan juga kesadaran dari masyarakat itu sendiri. Kami berharap dukungan kebijakan tersebut dapat memberdayakan semua orang, sehingga masyarakat bisa mandiri, tidak selalu menunggu pemerintah,” jelas Ny. Siti Muntamah Oded.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Posyandu Wijaya Kusuma, Imas Masriah. Dalam paparannya ia mengatakan bahwa Posyandu yang diketuainya mempunyai setidaknya 15 inovasi menghantarkannya menjadi Juara I Lomba Posyandu tingkat nasional. Inovasi tersebut merupakan hasil dari perubahan pola pikir ditamankan pemerintah kota kepada para kader PKK.

Posyandu Wijayakusumah, yang beralamat di RW 13 Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung ini melayani 119 bayi dan balita. “Posyandu kami mempunyai 27 orang kader yang melayani 119 bayi dan balita. Moto kami hanya Sajuta yaitu sabar, jujur dan tawakal. Kami selalu mengajak masyarakat kami jangan sampai menjadi keluarga yang tidak-tidak, yaitu tidak ke tempat ibadah, tidak ke posyandu, tidak ke sekolah, atau tidak ke pertemuan warga,” kata Ketua Posyandu Wijaya Kusuma, Imas Masriah diikuti tawa para tamu.

Satu di antara beberapa layanan unggulan yang membuat Posyandu Wijaya Kusumah Juara Pertama Lomba Posyandu Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2017 adalah layanan aplikasi ponsel bernama e-Posyandu. Sejalan dengan konsep smart-city pemerintah kota, aplikasi e-posyandu ini merupakan portal database kesehatan bayi dan balita se-Kota Bandung yang langsung terkoneksi ke Dinas Kesehatan. “Apabila ada bayi atau balita yang menunjukkan tanda-tanda penurunan kualitas gizi, ada notifikasi dari aplikasi tersebut langsung ke Dinas Kesehatan agar segera diberikan penanganan,” jelas Imas.

Layanan unggulan Posyandu Wijaya Kusumah lainnya adalah Dana Usaha Kesehatan Masyarakat (DUKM). Program ini dirintis sejak tahun 2001 dan hingga saat ini hampir 80 persen keluarga di Kelurahan Sekeloa telah mengikutinya. Dengan hanya setor Rp 500 rupiah per orang per bulan, DUKM tersebut dapat digunakan untuk memberikan fasilitas pengobatan gratis warga Kelurahan Sekeloa di Puskesmas.

Imas Masriah juga menguraikan bahwa posyandu tersebut juga mempunyai ambulans gratis yang dibeli dengan dana swadaya masyarakat. “Pengadaan ambulans tersebut dilatar belakangi karena adanya Program Gerakan Sayang Ibu, yang mana untuk mencegah kematian ibu hamil karena keterlambatan penanganan. Ambulans ini mempunyai banyak manfaat bagi warga, tak hanya warga RW 13, tapi juga warga di luar RW 13, bahkan warga di luar Kelurahan Sekeloa,” pungkas Imas Masriah. (sg)