Salatiga – Raihan opini WTP bagi kota Salatiga memberikan motivasi tersendiri bagi Badan Keuangan Daerah dan seluruh pihak yang selama ini terlibat. BKD akan terus menjaga pengelolaan keuangan dengan baik dan mengadakan penyesuaian atas potensi yang dimiliki, guna meningkatkan PAD Kota Salatiga.

“ Terkait dengan raihan WTP tahun ini, saya harap  pemanfaatan teknologi harus terus digunakan guna mendukung kecepatan akses, sehingga memberikan kemudahan dalam memberikan pelayanan ke masyarakat. Tentunya apa yang telah saya sampaikan ke pihak BKD adalah keinginan saya, dan Kepala BKD langsung bisa menterjemahkannya dengan baik,” Ujar Walikota Salatiga Yuliyanto, SE., MM saat memberikan pembinaan pengelolaan keuangan daerah dan halal bihalal Badan Keuangan Daerah Kota Salatiga, di Hotel Wahid, Selasa (3/7). Menurutnya perbaikan pengelolaan keuangan harus terus dilakukan, terlebih kota Salatiga sudah berturut-turut memperoleh WTP. Penerapan transaksi non tunaipun bisa dilakukan  dengan pemanfaatan teknologi informasi yang ada. Hal ini bisa dijadikan contoh bagi OPD yang lain dengan pemanfaatan teknologi ini.  Selain itu, Dirinya juga mengajak untuk melihat Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang ada dengan melakukan penyesuaian.

“ Kita harus melihat NJOP yang kita punya. Kaitannya dengan NJOP yang mungkin sudah 10 tahun belum ada penyesuaian. Saya sarankan untuk disesuaikan, sehingga bisa memberikan pemasukan atas potensi yang luar biasa bagi kota salatiga, terlebih untuk meningkatkan PAD kota ini,” Jelas Yuliyanto.

Lanjutnya, Walikota mengajak untuk melakukan tinjau ulang sehingga hal ini bisa menjadi potensi yang besar. Hal ini diharapkan bisa dilakukan secara serentak dan simultan dan diwujudkan bersama-sama.

“ Disini saya juga sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat secara langsung dan tidak langsung berkaitan dengan pengelolaan keuangan sehingga mendapatkan predikat audit wajar tanpa pengecualian dari BPK Provinsi Jawa Tengah. Meskipun ada beberapa catatan dan bisa ditindaklanjuti dengan segera. Selanjutnya, masalah dengan aset harus kita perbaiki bersama-sama dengan sebuah sistem, yang bisa dikelola dengan mudah oleh setiap OPD dan bisa mengontrol aset yang ada,” Pungkasnya.

Sementara itu Kepala BKD Kota Salatiga, Adhi Isnanto S.Sos., M.Si mengatakan bahwa tasyakuran pencapaian opini WTP tersebut bisa berjalan atas  kerja kolosal, ini merupakan kerja keras bersama setiap OPD. Dari petugas PPK, bendahara penerimaan, bendahara pengeluaran, pengurus barang, petugas akuntasi atas dedikasinya meraih opini WTP tersebut.

“ Kalian adalah pejuang WTP. Saya harap opini WTP tidak berhenti sampai disini, pemeriksaaan BPK lebih cermat dan harus kita siapkan lagi untuk tahun-tahun kedepan dan bisa mempertahankan opini tersebut,” Kata Adhi.

Adhi menambahkan pihaknya juga telah dievaluasi oleh Bank Indonesia terkait dengan pelaksanaan transaksi non tunai yang selama ini telah berlangsung dengan baik di kota Salatiga.

“ Tahun ini sudah mencapai 75 % transansi non tunai kita dan menurut ketentuan yang ada, target kita adalah di tahun 2019 nanti bisa mendekati 95% walaupun ada beberapa hal kecil yang tidak bisa ditransaksi dengan non tunai,” Jelasnya.

Pembinaan pengelolaan keuangan daerah dan halal bihalal ini dihadiri oleh Wakil Walikota, Sekda, Asisten, Direktur Bank Jateng, para pengelola keuangan di jajaran pemerintah kota Salatiga. Ada sekitar 250 orang yang juga turut serta yakni dari petugas PPK, bendahara penerimaan, bendahara pengeluaran, pengurus barang, dan petugas akuntasi.