SALATIGA – Keberhasilan Kota Salatiga dalam mengatasi kasus TB (Tuberkulosis) sampai di angka 80% menarik perhatian Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Jawa Tengah. Dipimpin Ketua Komisi E DPRD Jateng, Abdul Hamid, S.PdI, 23 Anggota Komisi E mengunjungi Pemkot Salatiga yang diterima langsung oleh Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, SE, MM di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Selasa 10/12.

“Tujuan kami datang ke Kota Salatiga adalah untuk mengetahui rencana aksi daerah (RAD) penanganan TB oleh Kota Salatiga. Beberapa waktu yang lalu kami mendengar bahwa penanganan kasus TB di Kota Salatiga mencapai angka 80% bisa disembuhkan. Ini sangat bagus dan tentunya bisa ditiru oleh kabupaten/kota lain di Jawa Tengah, untuk mengambil langkah yang serupa,” ungkap Abdul Hamid.

Ia menyebutkan bahwa Kota Salatiga tepat dijadikan tempat kunjungan karena disamping jaraknya yang tidak terlalu jauh dari Provinsi Jawa Tengah, Kota Salatiga memiliki capaian-capaian kinerja pemerintah yang cukup bagus, tidak hanya di bidang kesehatan, tapi juga di bidang lainnya.

Sementara itu Wali Kota Salatiga dalam sambutan selamat datangnya menyampaikan terimakasih atas kedatangan anggota Komisi E. Wali Kota juga mempersilakan DPRD Provinsi Jateng untuk lebih sering menjalin komunikasi dan mengunjungi Kota Salatiga dalam rangka kerjasama yang baik.

“Berkaitan dengan peningkatan pelayanan masyarakat yang ada di Kota Salatiga, mohon aspirasi dari Kota Salatiga dikawal, misalnya yang baru saja dilaksanakan adalah tahap pembangunan kantor rumah singgah yang diampu oleh Dinas Sosial dan lain sebagainya,” kata Wali Kota.

Wali Kota menyebutkan bahwa pembangunan di Kota Salatiga fokus pada 3 bidang yaitu kesehatan, pendidikan dan ekonomi. “Tahun 2010/2011, angka kemiskinan di Kota Salatiga masih 2 digit, Alhamdulillah di tahun 2018 angka kemiskinan di Kota Salatiga sudah mencapai satu digit di angka 4,83%. Indeks pembangunan manusia juga tertinggi di Jawa Tengah. Kami berharap agar strategi ini bisa diterapkan juga di tempat lain,” papar Walikota.

Turut mendampingi Wali Kota dalam diskusi yang hangat tersebut antara lain, Asisten Administrasi dan Umum Sekda Kota Salatiga, Bapelitbangda, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Balai Kesehatan Paru Masyarakat, RS Paru Ario Wirawan serta Bagian Kesra Setda Kota Salatiga.(sg)