Kec. Argomulyo – Pengentasan kemiskinan di Kota Salatiga harus disengkuyung bersama-sama. Diharapkan angka kemiskinan di kota ini pada tahun 2022 mendatang bisa menyentuh angka 3 %.

Pemerintah Kota Salatiga sudah mengelontorkan sebanyak 9 Milliar untuk masing-masing kecamatan, meliputi wilayah Tingkir tengah, Kalicacing, Cebongan dan Noborejo. Bantuan ini diberikan untuk menata kawasan kumuh yang ada di kota Salatiga. Pengentasan masalah kemiskinan bisa diminimalkan misalnya melalui sektor pendidikan dengan pemberian beasiswa, dibidang kesehatan bisa diberikan  pelayanan kesehatan gratis,dll. “Tiap tahun doakan saja bisa meningkat lagi. Hal ini merupakan salah satu program pengentasan kemiskinan yang ada di kota Salatiga. Kalau masalah ini kita keroyok bersama-sama dengan dinas terkait saya harap masalah kemiskinan bisa diatasi. Per tahun bisa turun angkanya. Karena pengalaman kemarin dari  tahun 2011 sampai 2017 lalu, angka kemiskinan mencapai  7 %, kemudian di tahun  2017  turun menjadi 5,7 %. Mudah-mudahan di tahun 2022 nanti bisa menyentuh angka 3%, “ Jelas  Walikota Salatiga, Yuliyanto, SE., MM  usai membuka kegiatan pelatihan program kota tanpa kumuh (Kotaku) pelatihan BKM, lurah dan camat cluster kota Salatiga, di Balai Kecamatan Argomulyo, Kamis (26/7).

Menurutnya, forum ini sangat  bermanfaat dan  bisa menambah pengetahuan, wawasan terhadap bagaimana  menjaga lingkungan agar tetap bersih dan  bebas kumuh. Program ini adalah program pencegahan dalam menjaga lingkungan dengan baik, penataan  pemukiman yang layak huni dan produktif. “ Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menambah kecintaan terhadap kota ini. Dimana disinilah bapak ibu tinggal, berinteraksi dan  bersama-sama untuk membangun kota ini dengan program kota tanpa kumuh (kotaku),” Bebernya,

Lanjutnya, orang nomor satu di Salatiga ini terus  berupaya dalam memperbaiki kondisi masyarakat menjadil lebih baik lagi. Pengentasan kemiskinan menjadi hal penting  sehingga perlu adanya peran aktif dari berbagai unsur. Tiap tahapan perencanaan sampai ke penyusunan dokumen harus direncanakan dengan baik  pula, sehingga akan tercipta kotaku yang bersih dan aman dengan terus memperbaiki ekonomi dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. “ Hal ini  menjadi  tirakat bersama antara pemerintah daerah,  baik provinsi maupun dari pusat bagi masyarakat yang rumahnya belum layak huni. Selain itu, kemiskinan pelan-pelan akan bisa diatasi, Saya harap akan ada peningkatan setelah ada program ini.

Yuliyanto mengakui, bahwa kota salatiga dibanding dengan kota lain di Jawa Tengah, kota ini relatif lebih bagus dalam upaya menurunkan angka kemiskinan. Selain itu, Kota salatiga sendiri sudah mendapatkan 3 kali predikat dari Kementrian Luar negeri, yakni di tahun 2015 mendapatkan sertifikat adipura, tahun 2016 mendapatkan piala adipura, dan tahun 2017 mendapatkan piala adipura untuk kedua kalinya.