Balaikota – Pemerintah Kota Salatiga memberikan sosialisasi JKN-KIS kepada 228 orang peserta dari unsur ASN yang terdiri dari unsur lurah dan camat serta RW Se-Kota Salatiga. Hal ini dipandang perlu, karena progam ini akan sangat membantu masyarakat dalam menggunakan fasilitas kesehatan.

“ Kami apresiasi kegiatan sosialisasi JKN-KIS bisa digelar oleh Pemerintah Kota Salatiga. Jaminan kesehatan ini nantinya akan sangat membantu dengan pemahaman yang baik dari masyarakat, “ Ujar Wakil Walikota, H. Muh Haris, SS., M.Si saat memberikan sambutan dalam sosialisasi tersebut, di Ruang Kaloka Lantai 4 Gedung Setda Pemkot Salatiga, Senin (16/7). Menurutnya pencanangan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) ini merupakan wujud perhatian dan kepedulian pemerintah kepada rakyat. Program JKN-KIS yang baru diimplementasikan selama 4,5 tahun tersebut, dan tanpa waktu lama telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik terhadap pelaksanaan, maupun terhadap pelayanan kesehatan yang ada. “ Dengan demikian, masyarakat akan lebih paham tentang program JKN-KIS, dan konflik antara fasilitas kesehatan dengan peserta akan dapat diminimalisir,” Bebernya.

Haris mengajak semua peserta sosialisasi bisa mengikuti kegiatan ini mulai dari awal hingga akhir acara. Karena sebagai ujung tombak dari Pemerintah Kota Salatiga yang sehari-harinya bersentuhan langsung dengan masyarakat, hal ini perlu perhatian bersama-sama. “ Bapak Ibu peserta jadi akan benar-benar tahu dan memahami kriteria dari JKN-KIS, khususnya tentang prosedur pelayanan, hak dan kewajiban peserta, serta kondisi atau kasus yang tidak dijamin oleh JKN. Sehingga ada kesepahaman bersama,” Pungkasnya.

Sosialiasasi JKN-KIS ini diikuti oleh 228 orang yang terdiri dari perwakilan para camat, para lurah atau yang mewakili dan ketua RW  se-kota Salatiga. Selain itu juga digelar dialog dengan menghadirkan para narasumber yang berkompenten seperti Dr. Parasit Al-Hakim selaku kepala bidang pelayanan kesehatan dan sumber daya kesehatan Dinas Kesehatan Kota Salatiga dan Rofig Nugroho dari BPJS kesehatan Kota Salatiga.

Sebagai informasi  kontribusi JKN-KIS terhadap perekonomian Indonesia di tahun 2016 sebesar 152,2 triliun, dan di tahun 2021 bisa mencapai 289 triliun. Program JKN juga telah membantu meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia hingga 2,9 tahun. Hal ini dikarenakan adanya jaminan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan sakit (preventif), pengobatan penyakit (kuratif), dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif), termasuk obat-obatan dan bahan medis habis pakai.