Salatiga – Wali Kota Salatiga ingatkan seluruh SKPD mampu bergerak cepat dalam proses percepatan pembangunan. Hal ini penting  karena bisa menjadi tolak ukur keberhasilan pembangunan di Salatiga.

“Kita harus bisa berjalan dengan cepat, namun sesuai aturan dalam mengimbangi dan mengawal proses pembangunan yang ada di Kota Salatiga. Saya harap semua SKPD yang ada harus terpacu, jangan leha-leha dalam mengerjakan pekerjaannya,”ujar Yuliyanto SE MM saat memberi arahan di sarasehan awal tahun 2020 di Ruang Kaloka, Lantai IV Gedung Setda Pemerintah Kota Salatiga, Kamis(2/1). Menurutnya, proses pembangunan yang ada harus sesuai, karena pemerintah juga telah bersepakat dengan dewan untuk bersama-sama mengawal pembangunan yang ada di Kota Salatiga.

“Untuk percepatan pembangunan, kita telah sepakat dengan dewan terkait dengan pekerjaan yang ada agar lebih cepat. Kalaupun terlambat pasti akan didenda dan disetorkan ke kas daerah,”tambahnya.

Saat disinggung terkait  pembangunan pasar Rejosari, Yuliyanto mengatakan bahwa keberlanjutan pembangunan pasar Rejosari  untuk tahun ini belum diputuskan melalui tim anggaran. Nantinya akan ditinjau kembali di perubahan tahun 2020.

“Saya memberikan wawasan untuk membuat taman saja, ada ruang terbuka hijau disana. Nanti pasar untuk warga masyarakat akan dibuatkan tempat. Apabila ada 100 pedagang ya nanti kita akan siapkan. Ada taman yang hijau biar ada daya tarik  nantinya,”bebernya.

Dirinya juga menginginkan untuk angka kemiskinan di Kota Salatiga bisa turun lagi. Saat ini Kota Salatiga  sudah berada di angka 4,83%. Kedepan, Menurutnya akan kita turunkan angka tersebut terkait kemiskinan yang ada di Salatiga.

“Saya harap angka kemiskinan bisa turun 1,5 % di  tiga tahun kedepan, menjadi 3 sampai  3,5%. Ini menjadi tanggung jawab bersama antara stakeholder,”pungkasnya.