Persoalan HIV tidak hanya persoalan terjangkitnya virus mematikan bagi yang terinfeksi, tapi juga menimbulkan stigma negatif dan diskriminasi bagi penderita. Oleh karena itu, masyarakat pun perlu diajak untuk merubah paradigma negatif tentang HIV-AIDS dari penyakit yang menakutkan, karena yang perlu dijauhi adalah virusnya, bukan orangnya.

Pesan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Fakruroji saat membacakan sambutan Walikota Salatiga dalam Apel Peringatan Hari AIDS sedunia 2017 tingkat Kota Salatiga yang digelar di Taman Tingkir, Kota Salatiga, Jumat 08/12.

“Provinsi di seluruh Indonesia tidak ada yang dinyatakan bebas dari HIV dan AIDS, bahkan diperkirakan saat ini HIV dan AIDS sudah menjangkit di lebih dari 85% dari total kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Di Kota Salatiga sendiri, sejak ditemukan kasus HIV pada tahun 1994 hingga Oktober tahun 2017, jumlah kasus HIV-AIDS kumulatif mencapai 248 orang yang terdiri dari 155 laki-laki dan 83 perempuan, dengan jumlah kematian ODHA sebanyak 66 orang,” urai Fakruroji.

Sekretaris Daerah juga mengajak semua pihak untuk merefleksikan kembali praktek dan kerja baik pemerintah maupun lembaga non pemerintah dalam upaya penanggulangan epidemi HIV dan AIDS yang sudah ada di Salatiga lebih dari 20 tahun.

“Mari kita bersama-sama tingkatkan kerja keras bersama dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS. Hal ini dimaksudkan agar program pemerintah yang disebut dengan “three zero” (Zero HIV infection, Zero stigma and discrimination and Zero AIDS related death) atau tidak ada infeksi baru HIV, tidak ada kematian akibat AIDS, dan tidak ada stigma dan diskriminasi terhadap ODHA, akan tercapai pada tahun 2030, demi generasi penerus kita semua,” jelas Sekda Kota Salatiga.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Panitia Kegiatan, dr. Riani Pramasanti, M.Kes. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh setidaknya 700 orang yang terdiri dari LSM, Warga Peduli AIDS (WPA), instansi vertikal, OPD di lingkungan pemkot Salatiga, masyarakat umum dan juga jajaran Forkopimda.

“Peringatan ini ditandai dengan pelepasan burung pipit oleh Forkopimda dan juga jalan santai dengan rute dari Taman Tingkir, Jl Tristis Sari, Jl. Tritis Langgeng, Jl Argotunggal, Jl Mardi Utomo dan kembali ke Taman Tingkir,” ungkap dr. Riani.

Panitia juga menyediakan doorprize bagi peserta kegiatan. Selain itu, ada pula pemeriksaan kesehatan yang meliputi cek HIV, tensi, gula darah, asam urat dan konsultasi kesehatan gratis. (sg)