Balaikota – Program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Kota Salatiga diharapkan bisa menjadi terobosan dalam membuka akses keuangan yang lebih produktif di masyarakat. Keberadaan TPKAD inipun sangat penting untuk segera dibentuk.

“ Usaha kecil misalnya memiliki peran penting dalam perkembangan ekonomi masyarakat dan menjadi fokus pembangunan. Dalam perjalanannya keberlangsungan ekonomi rakyat tersebut juga memerlukan permodalan dan ketersediaan akses keuangan di dalam masyarakat. Maka diperlukan adanya koordinasi di berbagai pihak,” Jelas Ir Kurnia Harjanti Msi selaku Plt Asisten 2 Perekonomian dan pembangunan Sekda Kota Salatiga di Ruang Kalitaman, Lantai 2 Gedung Setda, Selasa (28/5).

Hal ini sebaiknya didorong untuk menciptakan koordinasi yang baik antara Pemerintah Daerah, Ototitas Jasa Keuangan (OJK) dan pihak lain yang terkait didalamnya.

“ Perekonomian di daerah, di masyarakat akan bisa tumbuh dengan baik dengan didorong percepatan dan ketersediaan akses keuangan,” Bebernya.

Selain itu, TPAKD ini diharapkan bisa mencari terobosan untuk  membuka akses keuangan yang lebih produktif bagi masyarakat di kota Salatiga. Tidak hanya itu saja, dorongan terhadap optimalisasi potensi sumber dana di daerah juga harus diperhatikan.

“Penyediaan pendanaan produktif bagi pengembangan UMKM, usaha rintisan (start up business) dan membiayai pembangunan sektor prioritas yang ada di kota Salatiga harus dilakukan secara berjenjang,” Tambahnya.

Kurnia yang juga sebagai kepala inspektorat kota Salatiga menegaskan agar TPAKD di kota Salatiga untuk bisa segera dibentuk mengingat di Jawa Tengah masih ada 17 Kabupaten/kota yang belum mengembangkan TPAKD termasuk Salatiga.

“ Pembentukan TPKAD di kota ini menjadi bahan dan langkah yang penting untuk dilakukan,” Pungkasnya

Kepala subbagian kemitraan, pengembangan ekonomi dan keuangan daerah, Martin Moses Ebenhaezer menyatakan bahwa TPAKD merupakan forum koordinasi antar instansi dan stakeholders yang bertujuan untuk meningkatkan percepatan akses keuangan di daerah dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Nantinya, diharapkan bisa menimbulkan sinergi yang positif antara pemangku kepentingan di daerah dengan seluruh stakeholder untuk menopang pertumbuhan ekonomi secara daerah maupun nasional.

“ Dengan adanya komitmen dan dukungan yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan maka percepatan program di daerah bisa dilakukan dengan baik dan terarah juga,” Terangnya.