BALAIKOTA – Sebanyak 140 inovasi yang diinisiasi oleh SD, SMP serta kelurahan diluncurkan oleh Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Drs. Fakruroji. Peluncuran atau launching tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kinerja Inovasi antara innovator dengan Pemerintah Kota Salatiga yang dirangkai dalam kegiatan Workshop Akselerasi Inovasi Administrasi Negara (INAGARA) Tahap Deliver Launching Pemkot Salatiga, Ruang Kaloka, Gedung Setda Pemkot Salatiga, Kamis 14/11/2019.

Sekda mengatakan bahwa inovasi mempunyai peran strategis untuk mendukung sekaligus mengakselerasi misi ke-3 RPJPD Kota Salatiga Tahun 2005–2025 yaitu “Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik”, serta misi ke-9 RPJMD Kota Salatiga tahun 2017-2022 yaitu “Meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance)”.

Fakruroji menjelaskan bahwa Laboratorium INAGARA (Lab INAGARA) telah mulai dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Salatiga bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) sejak tahun 2017. “Lab INAGARA ini telah mendorong seluruh Perangkat Daerah dan Puskesmas untuk berinovasi, sehingga telah menghasilkan 89 ide-ide inovasi yang Alhamdulillah juga mendapatkan apresiasi Inagara Award dari LAN RI pada tahun 2017 lalu,” jelas Sekda.

Sekda menyebutkan bahwa Pemerintah Kota Salatiga kembali menyelenggarakan Kegiatan Lab INAGARA dengan sasaran Unit Kerja Kelurahan dan Sekolah se-Kota Salatiga, yang dimulai sejak Bulan Maret 2019 dan melahirkan 365 lnovasi. “Pada tahap design, ide inovasi disederhanakan menjadi 140 inovasi. Perampingan inovasi tersebut bertujuan agar dalam pelaksanaannya nanti bisa lebih fokus. Sehingga rencana aksi yang telah disusun bisa benar-benar direalisasikan oleh innovator,” jelas Sekda.

Hal senada juga disampaikan oleh Plt Kepala Pusat Inovasi Administrasi Negara LAN, Dra. Eli Fatimah, M.Si yang menjadi narasumber sekaligus saksi penandatanganan Perjanjian Kinerja Inovasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa inovasi memang diperlukan untuk mengikuti dinamika zaman.

“Tanpa adanya inovasi, sebuah lembaga akan tertinggal. Ingat bahwa daya saing tidak dapat dicapai dengan melaksanakan rutinitas semata. Inovasi bukan hal yang sulit, tidak harus besar, namun harus bermanfaat dalam menyelesaikan permasalahan sehari-hari. Yang tak kalah penting adalah dokumentasi. Bisa jadi Anda sudah melaksanakan inovasi, namun belum terdokumentasi dengan baik,” papar Eli Fatimah.

Sementara itu Kabag Organisasi dan Kepegawaian Sekda, Jumiarto, AP menjelaskan bahwa tahap deliver launching ini merupakan lanjutan dari tahap sebelumnya yaitu drum up and diagnose pada 13-15 Maret 2019 lalu, serta tahap design yang dilaksanakan 19-20 Juni 2019. “Kemudian diikuti tahap deliver monitoring pada 28-30 Agustus 2019 dan hari ini tahap deliver launching,” jelasnya.

Dijelaskan pula bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 140 instansi yang terdiri dari kelurahan, SD, SMP baik negeri maupun swasta. “Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengakselerasi pengembangan inovasi administrasi negara pada instansi Pemkot Salatiga dalam menciptakan dan mengembangkan inovasi sebagai bagian dari pelaksanaan reformasi birokrasi,” pungkas Jumiarto. (sg)