SALATIGA – Untuk mengantisipasi dan menekan peredaran barang kena cukai illegal seperti rokok tanpa pita cukai atau dengan pita cukai palsu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Salatiga bersama instansi terkait melaksanakan operasi pemberantasan barang kena cukai illegal di seluruh wilayah kecamatan di Kota Salatiga, Selasa 27/11.

Kabid Penegakan Perda pada Satpol PP Kota Salatiga, Andi Priantoro menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga melibatkan unsur dari Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Semarang. “Selain unsur dari Kantor Bea Cukai Semarang, kegiatan ini juga melibatkan OPD di Pemkot Salatiga antara lain: Badan Kesbangpol, Dinas Perdagangan, Bagian Hukum, Bagian Humas dan Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Salatiga,” urai Andi Priantoro.

Ia mengatakan bahwa dalam kegiatan kali ini masih ditemukan rokok tanpa pita cukai dan rokok dengan pita cukai meragukan di beberapa titik di Kota Salatiga. “Kegiatan pemberantasan barang kena cukai ini merupakan kali ke-3 yang melibatkan unsur dari Bea Cukai Semarang. Selain rokok tanpa pita cukai, kami juga mendapati rokok dengan pita cukai meragukan. Setelah diperiksa petugas, ternyata pita cukai tersebut memang palsu,” ungkap Andi Priantoro.

Dalam kegiatan tersebut para pedagang juga diberi sosialisasi tentang aturan dalam menjual tembakau, bahwa tembakau bermerk yang dijual pun harus menyertakan pita cukai. Petugas juga mengimbau para pemilik toko dan warung untuk tidak menerima rokok yang pita cukainya meragukan yang biasanya dijual dengan harga yang relatif lebih murah daripada rokok dengan pita cukai resmi.

Hal senada juga disampaikan petugas dari Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Semarang, Cahyo Baskoro. Ia menjelaskan bahwa secara umum peredaran rokok dengan cukai ilegal di Salatiga adalah relatif sedikit jika dibandingkan dengan daerah lain. “Kadang ada juga yang menggunakan cukai asli namun bekas pakai sehingga tidak sesuai dengan peruntukannya. Misalnya rokok isi 20 batang, namun di pita cukai tertulis 12 batang. Hal seperti ini harus terus disosialisasikan kepada para pegagang,” pungkas Cahyo Baskoro.(sg)