Salatiga – Yayat Nurhayat menekankan untuk pelaksanaan operasi ketertiban kota Non Yustisi harus mengedepankan upaya edukatif dalam pelaksanaannya. Edukasi yang baik agar masyarakat semakin taat aturan.

“ Ada dua poin disini yakni mengedepankan tertib administrasi, memberikan  pengertian atas aturan yang berlaku kepada masyarakat serta untuk mendorong meningkatnya PAD di Kota ini,” Jelas Kepala Satpol PP Kota Salatiga, Yayat Nurhayat, AP., M.Si  saat memberikan instruksi pada pelaksanaan operasi dihalaman kantor Satpol PP Kota Salatiga, Rabu (31/10). Menurutnya, bahwa dalam operasi ini harus tetap berkoordinasi antar OPD terkait. Selain itu masyarakat juga harus memahami aturan yang sudah ditetapkan pemerintah. Selain itu, pihaknya mengajak seluruh personil yang masuk dalam operasi harus berperilaku dan berbahasa yang baik sebagai salah satu langkah  edukatif ke masyarakat.

“ Selalu kedepankan edukasi, namun apabila ada aturan yang dilanggar setidaknya harus ditegakkan dengan baik, “ Tambahnya.

Lanjutnya,  operasi lanjutan Satpol PP kota Salatiga ini dilaksanakan selama 2 hari yakni pada 30 Oktober  sampai 1 November 2018. Operasi ini merupakan kali kedua yang dilaksanakan oleh Satpol PP kota Salatiga dalam penegakan papan reklame dan spanduk yang tidak taat aturan di wilayah kota Salatiga.

“ Ini operasi lanjutan, setelah beberapa waktu lalu sudah kita lakukan. Saya harap hasilnya bisa semakin baik dan berkelanjutan,” Pungkasnya.

Operasi penertiban kota Non Yustisi sendiri dilakukan dibeberapa jalan protokol kota Salatiga diantara yakni di Jalan A. Yani, Jalan Sukowati, Jalan mawar, dll dengan menggunakan 3 armada kendaraan.