SALATIGA – Untuk mengurangi dan menekan peredaran barang kena cukai ilegal seperti rokok tanpa pita cukai atau rokok dengan pita cukai kedaluarsa, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Salatiga mengintensifkan operasi cukai hingga ke seluruh wilayah kelurahan se-Salatiga, Kamis 15/08.

Kasi Penyelidikan Penyidikan dan Tindakan pada Satpol PP Kota Salatiga, Juwandi menjelaskan bahwa operasi ditargetkan pada toko modern, warung kelontong di gang sempit, lapak/kios pedagang di pasar sampai dengan pedagang rokok eceran.

“Bulan lalu operasi difokuskan di dua kecamatan yaitu Kecamatan Sidomukti dan Sidorejo, sedangkan pada bulan ini fokus pada Kecamatan Argomulyo dan Tingkir. Sehingga sampai dengan hari ini (Kamis 15/08), seluruh wilayah kelurahan telah tersambangi,” ungkap Juwandi.

Ia menjelaskan bahwa peredaran rokok ilegal di Salatiga sangat minim. “Secara keseluruhan, para pedagang sudah menjual rokok dengan pita cukai legal. Ini artinya kesadaran pedagang sudah bisa dikatakan bagus. Namun memang masih ditemukan beberapa warung yang menjual cukai kedaluarsa di Salatiga, seperti rokok dengan pita cukai tahun 2015 ke bawah,” jelasnya.

Dijelaskan bahwa rokok dengan pita cukai kedaluarsa tetap dibeli untuk contoh (sample) sesuai dengan harga pasaran. Sedangkan pedagang diimbau untuk mengembalikan (retur) rokok-rokok tersebut kepada produsen.

Ke depan, Satpol PP Kota Salatiga akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan operasi di seluruh wilayah kelurahan. “Setelah evaluasi, kami akan kembali melaksanakan operasi cukai di lokasi-lokasi tertentu,” jelas Juwandi.

Selain Satpol PP, operasi cukai tersebut melibatkan instansi antara lain; Badan Kesbangpol, Dinas Perdagangan, Bagian Perekonomian Setda, Bagian Hukum Setda, Bagian Humas dan Protokol Setda serta Kecamatan dan Kelurahan. (sg)